RAZIA GUNUNGKIDUL : Polisi Amankan Sepuluh Motor Bodong

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi (tengah) saat merilis hasil Operasi Curanmor 2016 dan pelaku pencurian kendaraan di Mapolres Gunungkidul, Kamis (13/10/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
13 Oktober 2016 21:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Razia Gunungkidul digelar untuk menekan angka curanmor.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL  – Selama operasi Curanmor Progo 2016, Jajaran Polres Gunungkidul mengamankan sepuluh sepeda motor tanpa kelengkapan surat menyurat. Dari penyelidikan, petugas dari motor-motor bodong itu salah satunya merupakan hasil pencurian yang dilakukan oleh WYN, warga Kemadang, Tanjungsari.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2015/10/30/pencurian-gunungkidul-awalnya-terlibat-penipuan-akhirnya-curanmor-656645">PENCURIAN GUNUNGKIDUL : Awalnya Terlibat Penipuan, Akhirnya Curanmor)

Kepala Bagian Operasional Polres Gunungkidul Alaal Prasetyo mengatakan, selama operasi Curanmor Progo 2016, mulai 3 Oktober lalu hingga Kamis (13/10/2016), polisi telah mengamankan sepuluh motor yang tak dilengkapi dengan surat menyurat. Saat ini barang bukti disimpan di Mapolres Gunungkidul.

Dia menjelaskan, dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, dari sepuluh motor tersebut terdapat satu kendaraan Honda GL Pro AB 3327 KW merupakan hasil pencurian yang dilakukan WYN beberapa waktu lalu. Saat ini, kata Alaal, pelaku pencurian telah diamankan oleh Satreskrim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita masih terus dalami. Atas perbuatannya itu, tersangka kami jerat KUHP Pasal 363 dengan ancaman kurungan maksimal tujuh tahun penjara,” kata Alaal kepada wartawan, Kamis kemarin.

Dia menjelaskan, polisi terus menyelidiki keberadaan sembilan motor bodong yang ditahan, apakah masuk dalam tindak pidana pencurian. Hanya saja, bagi pemilik yang bisa menunjukan bukti kepemilikian yang sah maka dapat mengambil kendaraan itu.

“Kalau bisa menunjukan silahkan ambil,” ujarnya.