BANDARA KULONPROGO : Rumah Relokasi Warga Dibangun Sendiri

Para pengusaha perhotelan di wilayah terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) menemui tim appraisal di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Senin (9/5/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
21 Oktober 2016 21:55 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo, pembangunan rumah warga lokal akan dilakukan warga lokal.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pembangunan rumah untuk warga terdampak di lahan relokasi New Yogyakarta International Airport (NYIA) tidak akan dilakukan oleh investor maupun developer dari luar daerah. Berdasarkan nota kesepahaman antara sejumlah pihak terkait, pembangunan rumah akan dilakukan oleh warga lokal.

(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=760792">BANDARA KULONPROGO : Dana Tersedia, Pembayaran Ganti Rugi Segera Terealisasi)

Pembangunan tersebut akan dilakukan sebagaimana sistem rehabilitasi dan rekonstruksi masyarakat dan permukiman berbasis komunitas (rekompak) yang pernah dilakukan di Sleman paska-erupsi Merapi. Sekda Kulonprogo, Astungkoro mengatakan pembangunan akan dilakukan warga dengan pendampingan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo dan pemerintah desa setempat.

“Akan dikerjakan warga Kulonprogo sendiri sehingga dampak ekonominya lebih baik,” jelasnya ditemui di kantornya, Jumat (21/10/2016).

(Baca juga : http://cms.solopos.com/?p=759204">BANDARA KULONPROGO : Perpanjangan Pengosongan Lahan Diajukan, Sampai Berapa Lama?)

Dengan demikian, warga akan mendapatkan lapangan pekerjaan dengan membangun sejumlah rumah tersebut. Kesempatan tersebut juga dibarengi dengan lapangan pekerjaan yang muncul dalam proses konstruksi bandara.