HARGA KEBUTUHAN POKOK : Kenaikan Harga Cabai Kerek Kebutuhan Lain

Suasana jual beli di Pasar Argosari, Kamis (26/10/2016). Sejak satu minggu lalu harga cabai terus mengalami kenaikan. (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
27 Oktober 2016 10:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harga kebutuhan pokok untuk cabai terus naik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sejumlah pedagang di Gunungkidul mengeluhkan harga cabai yang terus berubah-ubah. Sejak satu minggu lalu, komoditas ini terus merangkak naik dan tembus hingga Rp50.000 per kilogram.

Menurut Sukinem, pedagang di Pasar Argosari, pedagang membutuhkan stabilnya harga sehingga bisa memberikan kepastian dan tidak ada yang merasa dirugikan.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/24/harga-kebutuhan-pokok-warga-beli-cabai-kisut-yang-lebih-murah-763179">HARGA KEBUTUHAN POKOK : Warga Beli Cabai Kisut yang lebih Murah)

“Kalau harganya naik terus, kami tidak berani menyetok dalam jumlah banyak karena takut tiba-tiba turun karena hal tersebut bisa membuat kami merugi,” katanya.

Kenaikan harga cabai ini juga diikuti beberapa kebutuhan yang lain seperti bawang merah dan bawang putih. Untuk bawang putih naik Rp1.000 menjadi Rp30.000 per kilonya. Sementara untuk bawang merah mengalami kenaikan Rp5.000, dari awalnya Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kg.

“Kondisi ini terjadi belum lama karena kenaikan baru terjadi sekitar satu minggu yang lalu,” katanya, Rabu (26/10/2016)

Meski ada beberapa harga yang naik, namun secara umum untuk barang kebutuhan pokok masih relatif stabil. Gula pasir yang beberapa waktu lalu sempat menyentuh Rp16.000, kini sudah kembali normal dan dipasarkan Rp12.500 per kilo. Tepung terigu dipasarkan Rp7.000-75.000 per kilogram, beras dijual di kisaran Rp8.500-10.000 per kilo dan minyak goreng curah Rp11.000 per kilo.

“Kenaikan banyak terjadi di sayuran, sedang untuk kebutuhan lain harganya masih relatif sama dan belum ada perubahan,” kata Sudarti, salah seorang Pedagang Toko Kelontong di Pasar Candirejo, Semin.