Rapimda KADIN DIY 2026 Fokus Ekonomi Kerakyatan, Bidik UMKM Naik Kelas
Rapimda KADIN DIY 2026 membahas penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan daya saing UMKM, dan peluang menembus pasar global.
Ilustrasi bus Damri (JIBI/Solopos/Dok.)
Angkutan Ringroad untuk rute tengah dibahas.
Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Perhubungan DIY segera mengoperasikan angkutan ringroad melalui lima armada bus Damri bantuan pemerintah pusat.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/15/angkutan-ringroad-tarif-bakal-lebih-mahal-dari-kendaraan-umum-lain-768938">ANGKUTAN RINGROAD : Tarif Bakal Lebih Mahal dari Kendaraan Umum Lain)
Kepala Perum Damri Cabang DIY Sumali menjelaskan dukungan Damri terhadap pengoperasian angkutan Ringroad, sebagai tindak lanjut program penataan transportasi perkotaan di seluruh Indonesia, salahsatunya di Jogja. Harapannya, ke depan bisa menjadi titik awal dalam menghidupkan angkutan kota dalam provinsi (AKDP).
"Kami harapkan bisa menjadi pengungkit [AKDP], penghubung di Jalur Ringroad, dari kota mau ke pinggiran. Ke depan agar lebih bisa melayani masyarakat Jogja hampir semua titik yang dibutuhkan ada moda transportasi," terangnya di Kompleks Kepatihan, Selasa (22/11/2016).
==
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rapimda KADIN DIY 2026 membahas penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan daya saing UMKM, dan peluang menembus pasar global.
Belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Menhaj mendorong UMKM daerah memanfaatkan peluang ekonomi haji dan umrah.
Disnakertrans Bantul mengukur ulang pekerjaan padat karya di 124 lokasi untuk memastikan hasil sesuai desain sebelum pembayaran upah pekerja.
Kemenhub mencatat 5.179 kali water bombing karhutla sejak April 2026. Sebanyak 2.458 penerbangan domestik terdampak sejak 11 Agustus.
Dispusip Bantul mengakui fasilitas perpustakaan SD belum merata. Keterbatasan ruang dan anggaran turut menghambat layanan perpustakaan keliling.
Realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026. Program ini menjangkau 57 juta penerima manfaat dengan target 72,4 juta pada 2027.