Rupiah Cetak Rekor Terlemah Pasar Waspadai Tembus Rp18.120
Rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.120 per dolar AS setelah mencetak rekor terendah. Investor mencermati risiko global dan domestik.
Tim Jibom Gegana Polda DIY saat melakukan penanganan di lokasi penemuan benda mencurigakan. (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Teror Sleman dialami warga sekitar Kecamatan Depok.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Warga Depok dihebohkan dengan penemuan benda mencurigakan ditemukan di tepian jalan Ringroad Utara, di depan kantor Kecamatan Depok Sleman, Kamis (24/11/2016) pagi.
Kotak berwarna coklat berukuran kurang lebih 30cm itu pertama kali ditemukan oleh seorang juru parkir di kecamatan, Tugiyo
Pukul 10.00 WIB pagi saat hendak berjalan menuju lokasi kerja Tugiyo menjumpai benda tersebut tergeletak di pinggir jalan diantara rerumputan.
"Saya lihat benda itu terus saya langsung laporkan orang kecamatan," kata Tugiyo, Kamis (24/11/2016).
Kemudian karena merasa curiga dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka ia segera melapor kepada petugas kepolisian.
Saat berita ini diterbitkan benda mencurigakan tersebut sedang ditangani oleh petugas Jibom Gegana Polda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.120 per dolar AS setelah mencetak rekor terendah. Investor mencermati risiko global dan domestik.
Timnas Iran meminta FIFA mengizinkan pemain mengenakan ban lengan hitam saat melawan Mesir di Piala Dunia 2026 yang bertepatan dengan Hari Asyura.
Pemkot Pekalongan mengimbau warga aktif melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. DPMPPA membuka layanan pengaduan 24 jam dan menyediakan rumah.
WhatsApp kena serangan spyware NSO Group. Meta tuding langgar putusan pengadilan AS. Aktifkan Strict Account Settings untuk lindungi akun Anda.
Selain akses mudah, SatuSatu menawarkan berbagai layanan lengkap yang memudahkan Anda mengeksplorasi Jogja tanpa ribet. Anda bisa pesan tiket masuk ke berbagai
Kenaikan harga kain akibat pengaruh dolar AS memangkas keuntungan perajin batik Pekalongan hingga 40 persen. Pelaku usaha mengandalkan inovasi dan efisiensi unt