UN 2017 : Daerah Bersiap Cari Indikator Baru

Siswa kelas XII mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT) di SMA Negeri 8 Solo, Senin (4/4). Pelaksanaan UNBK hari pertama di SMA tersebut berjalan lancar tanpa kendala teknis. (Ivanovich Aldino/JIBI - Solopos)
25 November 2016 22:20 WIB Jogja Share :

UN 2017 akan menggunakan mekanisme baru

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY akan segera mempersiapkan mekanisme baru dalam proses seleksi peserta didik baru. Hal itu sebagai upaya antisipasi kebijakan moratorium Ujian Nasional (UN) yang sudah dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/25/un-akan-ditiadakan-pada-2017-771843">UN akan Ditiadakan Pada 2017)

Formulasi baru diharapkan bisa memunculkan indikator bakat dan potensi siswa yang selama ini hanya bisa dilihat lewat nilai UN.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanata Baskara Aji menilai, daerah harus segera memikirkan upaya baru dalam penerimaan siswa baru sedini mungkin.

"Pada prinsipnya UN itu kan tidak hanya sebagai tolok ukur untuk mengukur kemampuan peserta didik. Tapi UN juga berfungsi sebagai pemetaan sekolah dalam menerima peserta didik baru. Semuanya pasti berawal dari nilai di UN meski pada tahap selanjutnya masih ada tes kemampuan. Inilah yang perlu dicari formulasinya," papar Baskara Aji saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (25/11/2016).

Disdikpora menurut Baskara Aji juga sudah menerima tembusan terkait moratorium penghapusan UN itu. Kendati mengalami kerepotan mencari cara baru sebagai indikator kemampuan masing-masing siswa dalam penerimaan peserta didik baru, tapi pihaknya tetap mendukung moratorium itu.

"Ya, kalau keputusan itu sudah dibuat Kementerian kami harus mengikuti. Enggak mungkin bisa menolak," jelasnya.