TAMBANG PASIR BANTUL : Polisi Akan Usut Sampai Operator

Sebuah alat berat mengeruk batu dan tanah tebing di Dusun Karangasem, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul. Selasa (22//11/2016) (Irwan A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
30 November 2016 07:20 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Tambang pasir Bantul terus diperiksa.

Harianjogja.com, BANTUL — Reserse Kriminal Polres Bantul masih terus mengumpulkan informasi terkait adanya praktek pertambangan ilegal golongan galian c di Dusun Karangasem, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul. Polisi akan memanggil operator tambang untuk dimintai keterangan.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/24/tambang-pasir-bantul-penambang-sebut-kantongi-izin-benarkah-771338">TAMBANG PASIR BANTUL : Penambang Sebut Kantongi Izin, Benarkah?)

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo menyatakan akan segera memanggil operator tambang, usai pemangilan terhadap pembeli hasil tambang uruk itu.

“Ini nanti akan panggil pembeli. Pemilik tanah sudah, operator nanti setelah proses pemanggilan itu,” ujar Anggaito kepada wartawan, Selasa (29/11/2016).

Menurut dia, dari hasil keterangan yang telah dikumpulkan selama hampir sepekan terakhir. Diketahui, tambang itu tidak memiliki izin. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahaan, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) Pemda DIY.