HARI AIDS : Semakin Banyak Warga Peduli HIV di Jogja

Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling (Himabiko) Universitas PGRI Wates menggelar aksi teatrikal untuk memperingati Hari AIDS sedunia di Simpang Nyi Ageng Serang, Wates, Kulonprogo, Selasa (1/12/2015). (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N)
01 Desember 2016 18:55 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Hari AIDS di Jogja menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya pencegahan penyebaran penyakit tersebut

Harianjogja.com, JOGJA- Upaya penanggulangan HIV AIDS terus dilakukan KPA dan Pemkot Jogja, serta seluruh elemen yang peduli terhadap penyebaran virus ini.

Pengelola Program KPA Kota Jogja, Ghanis Kristia mengungkapkan Pemkot Jogja telah mengeluarkan surat keputusan melalui Peraturan Walikota (Perwal) nomor 106/2016 tentang penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jogja pada 27 Oktober lalu.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan membentuk warga peduli HIV. Tahun ini dikukuhkan sepuluh warga peduli HIV, sehingga total ada 35 warga peduli HIV yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Jogja.

"Kami berharap melalui warga peduli HIV, masyarakat semakin teredukasi dan memahami tentang HIV dan AIDS. Agar tidak ada lagi deskriminasi dan stigma negatif terhadap para ODHA [orang dengan HIV dan AIDS]," jelas Kaswanto, Kamis (1/12/2016).

Ghanis mengungkapkan upaya penanggulangan HIV dan AIDS bukan saja ada di pundak Dinas Kesehatan. Bahkan, resiko penularan juga tidak lagi dari para pekerja seks komersial saja. Akan tetapi, penyebaran virus ini juga sudah beragam dan mesti diwaspadai bersama.

Dinkes, kata Ghanis, juga memiliki program pencegahan HIV pada ibu ODHA ke anak. Sebagian besar anak-anak yang mengidap penyakit ini, biasanya tertular saat dalam kandungan oleh ibu yang terinfeksi virus HIV. Untuk itu, program yang dilakukan Dinkes memberikan kesempatan untuk ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan atau tes HIV.

"Tujuannya, untuk mengantisipasi penularan HIV pada ibu ke bayinya. Karena jika bayi sudah lahir, maka seumur hidup bayi tersebut harus minum obat agar dapat bertahan hidup dengan virus yang ada di tubuhnya," jelas Ghanis.