UN 2017 : Dinas Pendidikan Kota Siapkan Alternatif Jika UN Dihapus

Ilustrasi Ujian Nasional(JIBI/Harian Jogja - Antara)
02 Desember 2016 09:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

UN 2017, sejumlah strategi pendidikan perlu segera dirancang untuk hadapi kebijakan baru.

Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Pendidikan Kota Jogja menyiapkan alternatif untuk mengukur standar keberhasilan pendidikan jika ujian nasional (UN) dihapus. Persiapan itu sampai penganggaran dan sumber daya untuk pembuatan soal ujian.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edi Heri Suasana mengatakan meski ujian nasional akan ditiadakan seperti yang diwacanakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir. Pihaknya meyakini ada proses ujian untuk mengukur standar keberhasilan siswa dalam menempuh jenjang pendidikan, karena standar keberhasilan pendidikan itu diakuinya sudah diatur dalam Undang-undang Dasar (UUD).

“Bentuk apapun ujiannya sangat mungkin nanti tetap ada standar untuk mengukur kompetensi kelulusan,” kata Edi di kantornya di Jalan Hayam Wuruk, Danurejan, Kamis (1/12/2016).

Ia mengatakan akan menyiapkan ujian nasional standar daerah Kota Jogja. Teknisnya seperti yang sudah diterapkan pada sekolah dasar (SD) dengan ujian akhir sekolah daerah (Uasda). Hasil dari Uasda itu sebagai tolak ukur untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Untuk pembuatan soal, Edi mengaku tidak kesulitan karena banyak guru dari kota selama ini menjadi penulis soal dalam ujian nasional. “Jadi kalau UN didaerahkan Jogja sudah siap, termasuk kesiapan soal anggaran” kata Edi. Namun, ia enggan menyebut nominal anggaran untuk penyelenggaraan ujian nasional atau alternatif ujian selain UN.

Saat ini pihaknya tetap meminta kepada semua sekolah SD dan SMP untuk melakukan persiapan ujian nasional karena belum ada keputusan resmi soal penghapusan ujian nasional. Persiapan itu penting dilakukan sehingga ada ujian nasional atau pun tidak, semua siswa sudah siap menghadapinya.