PEMBANGUNAN GUNUNGKIDUL : 3 Proyek DPU Kena Semprit!

05 Desember 2016 09:56 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pembangunan Gunungkidul berupa fisik pada akhir tahun ini terhambat

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jelang akhir tahun, Dinas Pekerjaan Umum Gunungkidul mendata ada tiga program pembangunan fisik yang perkembangannya belum memenuhi harapan. Untuk mempercepat proses sesuai target, DPU sudah memberikan teguran kepada rekanan yang mengerjakan proyek.

Ketiga proyek yang dinilai pengerjaannya lambat antara lain renovasi rumah dinas bupati senilai Rp725 juta, pembuatan garasi Gunungkidul Emergency Service (GES) senilai 600 juta dan pembangunan Jembatan Klayar, Desa Katongan, Nglipar Rp3,5 miliar.

Kepala DPU Gunungkidul Eddy Praptono mengakui, setidaknya ada tiga proyek pembangunan fisik yang dilakukan di tahun ini mengalami hambatan. Ketiga proyek yang dinilai pengerjaannya lambat antara lain renovasi rumah dinas bupati senilai Rp725 juta, pembuatan garasi Gunungkidul Emergency Service (GES) senilai 600 juta dan pembangunan Jembatan Klayar, Desa Katongan, Nglipar Rp3,5 miliar.

Dia menjelaskan, kendala dalam pengerjaan disebabkan karena beberapa faktor, misalnya untuk pembangunan Jembatan Klayar terhambat karena faktor cuaca. Hujan yang turun dengan intensitas tinggi membuat pengerjaan menjadi terhambat karena proses pengecoran tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Kalau masalah ini, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan rekanan karena faktor alam. Namun harapannya proses pengerjaan itu bisa lebih dipercepat sehingga penyelesaiannya bisa tepat waktu,” katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (2/12/2016) lalu.

Sementara itu, Eddy memaparkan, berdasarkan dari pengawasan di internal DPU, untuk proyek renovasi rumah dinas bupati dan pembangunan garasi GES keterlambatan pengerjaan lebih dikarenakan komitmen dari rekanan.

Pasalnya dari proses yang ada belum sesuai dengan perencanaan karena perkembangannya belum susai dengan target. Dia mencontohkan, untuk renovasi rumah dinas bupati keterlambatan bisa dilihat dari masih belum selesainya pengerjaan seperti pemasangan keramik hingga plafon rumah.

Untuk itu, ia mengaku sudah memberikan teguran. Harapannya dengan peringatan ini maka rekanan bisa lebih fokus lagi sehingga pengerjaan bisa selesai tepat waktu.

“Akan kita dorong terus sehingga harapannya sebelum akhir tahun pembangunan tersebut dapat selesai semua,” ungkapnya.