Program Revolusi Mental, Pemerintah Butuh Bantuan Tamansiswa

Puan Maharani (Antarafoto)
07 Desember 2016 06:20 WIB Jogja Share :

Program Revolusi Mental memerlukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Harianjogja.com, JOGJA - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengaku butuh peran besar Perguruan Tamansiswa untuk menyukseskan program revolusi mental yang didengung-dengungkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Pernyataan Puan bukan tanpa alasan, anak Megawati Soekarnoputri itu menyebut Tamanasiswa memiliki potensi strategis dalam upaya merealisasikan revolusi mental.

"Perguruan Tamansiswa tersebar di seluruh penjuru tanah Air, dari Medan hingga Maluku. Tentu ini potensi yang sangat besar untuk menyukseskan program revolusi mental," paparnya saat membuka Kongres XXI Persatuan Tamansiswa di Pendopo Agung Majelis Luhur Tamansiswa Jogja, Selasa (6/12/2016).

Puan menjelaskan menjadi tanggung jawab para pendidik membentuk anak didik yang berkarakter. Dari situlah peran vital Tamansiswa dalam program revolusi mental. Apalagi, jelas dia, sejarah pendidikan di Indonesia tidak bisa terlepas dari peran besar Tamansiswa.Perguruan itu yang pertama kali meletakkan nilai-nilai dasar dalam pendidikan nasional saat ini.

"Tamansiswa mengedepankan nilai-nilai gotong royong. Trilogi sebagaimana ajaran Ki Hadjar Dewantara masih sangat relevan dan dibutuhkan dunia pendidikan saat ini untuk mencetak kader-kader bangsa yang berkarakter," jelas dia.

Pendidikan, menurut Puan, telah gagal memenuhi fungsinya apabila hanya mampu mencetak generasi yang memiliki intelektual tinggi saja. Sedianya pendidikan akan berhasil apabila intelektual itu diimbangi dengan budi pekerti yang luhur.

"Tamansiswa telah memberikan fondasi untuk menyemaikan nilai-nilai luhur, termasuk paham kebangsaan dan itu yang dibutuhkan dalam program revolusi mental," papar Puan.

Peran vital yang bisa diambil Persatuan Tamansiswa pun, imbuh Puan, sangat terlihat di era saat ini. Tepatnya ketika ada ancaman yang ingin merusak konsep Bhineka Tunggal Ika yang sudah menjadi jati diri bangsa Indonesia.