Simulasi Bencana Kebakaran Melatih Respon Kecepatan Damkar dan Warga

Pemadam kebakaran bersama warga saat melakukan simulasi bencana kebakaran di Kampung Mrican, Giwangan, Minggu (11/12/2016). (Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
11 Desember 2016 13:14 WIB Jogja Share :

Simulasi bencana kebakaran digelar di kampung padat penduduk di Giwangan

Harianjogja.com, JOGJA- Guna melatih kecepatan respon tim pemadam kebakaran serta kesiapan masyarakat untuk melakukan penanganan bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja mengadakan simulasi bersama warga Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Minggu (11/12/2016) pagi.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja, Budi Purwono mengatakan semua wilayah di Kota Jogja saat ini memang sudah sangat padat. Dengan demikian perlu diadakan kegiatan seperti ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat serta melatih kesiapsiagaan tim pemadam sendiri.

"Simulasi ini rangkaian kegiatan dari BPBD. Saat ini dipilih wilayah Kampung Mrican karena letajnya di daerah perbatasan yang cukup jauh dengan posko damkar," katanya saat ditemui usai pelaksanaan simulasi bencana kebakaran di Lapangan Mrican, Giwangan, Minggu.

Dikatakannya, dengan lokasi yang cukup jauh di perbatasan membuat tim damkar perlu melatih tuntutan respon cepat. Kata dia, dalam penanganan bencana kebakaran sesuai dengan SOP petugas pemadam kebakaran harus sudab datang dan siap melakukan tindakan dalam waktu 15 menit setelah adanya laporan masuk.

Budi juga menambahkan, dalam kegiatan kali ini peserta simulasi diberikan pengetahuan mengenai tindakan cepat yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran. "Masyarakat sendiri juga harus siap, minimal saat ini masyaratakat sudah tau harus melakukan tindakan apa," ujar dia.

Sementara itu ketua panitia kegiatan simulasi Kuat Slamet, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga masyarakat, karena melihat kondisi wilayah dengan bangunan padat warga harus selalu siaga jika terjadi bencana kebakaran.

"Memang warga tidak mengharapkan terjadinya bencana, namun adanya simulasi ini dapat memberikan ilmu bagi warga untuk melakukan tindakan," ujarnya.