CUACA EKSTREM : Petir Menyambar Rumah Dengglik

Ilustrasi petir (Burhan Aris Nugraha/JIBI - Solopos)
19 Desember 2016 15:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Cuaca ekstrem yang ditandai dengan petir menyambar sebuah rumah di Saptosari.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Petir menyambar rumah salah seorang warga Dusun Pakel, Desa Planjan, Saptosari, Gunungkidul, pada Sabtu (18/12/2016) petang. Penghuni rumah selamat, petir merusak bagunan serta peralatan elektronik.

Cuaca buruk yang memicu sambaran petir itu menimpa rumah Ny Dengglik, 65 warga RT 03 RW 04, Dusun Pakel. Kepala Polsek Saptosari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suharyanta menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Hujan deras disertai petir melanda kawasan Gunungkidul.

“Tiba-tiba terdengar dyarr..bunyi ledakan,” kata Suharyanta menirukan ledakan petir, Minggu (18/12/2016). Dengglik yang saat itu tengah duduk di teras rumah pingsan mendengar ledakan petir. Setelah siuman, ia baru sadar petir telah menghancurkan sebagian atap rumahnya.

Petir juga merusak jaringan listrik, berbagai peralatan rumah tangga dalam rumah itu termasuk barang elektronik.

“Saat itu listrik langsung padam, kondisi atap rumah genteng pecah. Kondisinya sudah mosak masik [berantakan],” ujarnya lagi.

Warga kata dia sempat membawa Dengglik ke rumh sakit terdekat untuk memeriksakan kesehatannya setelah pingsan akibat mendengar ledakan guntur. Korban sempat mengalami trauma akibat kejadian itu.

Beruntung kondisi kesehatan Dengglik baik-baik saja. Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo mengatakan, akibat bencana alam tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp4 juta. Warga Dusun Pakel kata Jarot pada Minggu bergotong royong memperbaiki rumah Dengglik yang porak poranda tersambar petir.

Pada Sabtu malam, penghuni rumah terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya lantaran tempat tinggalnya tidak dapat ditempati. Menurut Jarot, tidak hanya Dengglik yang tinggal di rumah itu. masih ada anggota keluarga lainnya. Beruntung semua penghuni rumah selamat dari bencana.

“Kami juga menyalurkan bantuan siaga bencana seperti tenda, selimut dan mie instan untuk bertahan sementara sebelum rumah selesai diperbaiki,” lanjut Jarot.

Kebetulan kata dia, Desa Planjan sudah dilatih sebagai desa siaga bencana. Saat bencana datang, warga sudah siap siaga melakukan penanganan secepat mungkin.

Ditambahkan Jarot, sejumlah bencana potensial mengancam keselamatan warga pada musim hujan atau cuaca ekstrem seperti sekarang. Baik angin kencang, tanah longsor maupun sambaran petir. Warga diminta waspada selama musim hujan belum berakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul sebelumnya menyatakan, potensi cuaca buruk masih terjadi hingga Januari. Informasi  tersebut berdasarkan prediksi yang dilakukan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY.