HARGA KEBUTUHAN POKOK : Wow, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp85.000

26 Desember 2016 00:31 WIB Jogja Share :

Harga kebutuhan pokok di akhir tahun untuk komoditas cabai melonjak

Harianjogja.com, JOGJA--- Di penghujung tahun 2016 harga cabai rawit merah mengalami kenaikan. Dalam tiga hari terakhir, harga cabai rawit merah terus merangkak naik hingga Senin (26/12/2016) mencapai Rp85.000 per kilogram.

Jogja, Salah seorang pedagang cabai di Pasar Kranggan, Suyati mengatakan harga cabai jenis rawit merah merupakan salah satu komoditas yang paling menonjol kenaikannya dibanding jenis lain. Kenaikan harga diakuinya telah terjadi sejak H-1 perayaan Natal yakni Sabtu (24/12/2016).

“Harganya naik sebesar Rp5.000 sampai Rp10.000 setiap harinya sejak tiga hari kemarin," jelas Yati saat dijumpai Harianjogja.com di lapaknya, Senin (26/12/2016).

Ia menjelaskan, pada Sabtu (24/12/2016) sebelumnya, harga cabai rawit merah sempat berada di angka Rp65.000 kg. Pada hari berikutnya yakni Minggu (25/12/2016) harga mencapai Rp75.000 per kg hingga Senin (26/12/2016) cabai rawit merah telah mencapai angka diatas delapan puluh ribu rupiah.

Suyati mengatakan harga cabai tersebut tak kuasa ia kendalikan. Harga yang bermain semakin merangkak tersebut menjadi ketentuan pemasok barang (cabai rawit merah). Dengan kondisi tersebut pun ia tak mengurangi jumlah stoknya setiap hari.

“Kalau saya setiap hari harus stok cabai, jadi mau tidak mau ya mengikuti harganya yang terus melonjak itu,” kata dia.

Yati pun mengatakan dirinya tak dapat memaksakan pelanggannya untuk membeli cabai dengan julah yang banyak. Dengan naiknya harga tersebut, Yati harus mengambil risiko yakni pelanggan mengurangi jumlah pembelian dibandingkan hari-hari biasa.

Pantauan di Pasar Beringharjo, Jogja, hal serupa dialami oleh Samiyem. Ia mengatakan beberapa waktu lalu cabai rawit merah masih sempat dijual di angka Rp65.000 per kg.

Samiyem mengakui stok cabai masih dapat dikatakan cukup tersedia. Hanya saja, bertepatan dengan hari libur Natal dan Tahun baru, sehingga permintaan banyak datang dari konsumen. Ia sendiri mengaku mendatangkan persediaan cabai dari wilayah Wonosobo dan Muntilan.

“Barangnya ada, namun memang harganya yang sedang tinggi. Mungkin karena banyak permintaan,” ungkap Samiyem.