Taman Pintar Wacanakan Zona Anti Narkoba

Taman Pintar (Asih Pambudi/JIBI - Harian Jogja)
03 Mei 2017 01:19 WIB Sunartono Jogja Share :

Kantor Pengelola Taman Pintar dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menandatangani perjanjian kerjasama

 
Harianjogja.com, JOGJA - Kantor Pengelola Taman Pintar dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menandatangani perjanjian kerjasama di Newton Room, Gedung Kotak Lantai 3, Kompleks Taman Pintar, Selasa (2/5/2017) siang. Kedua pihak sepakat untuk mewacanakan adanya zona anti narkoba di Taman Pintar.

Kepala Kantor Pengelolaan Taman Pintar Afia Rosdiana menjelaskan, penandatanganan kerjasama itu sebagai pondasi awal dalam rangka pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Dengan kerjasama itu, pihaknya sepakat mewacanakan pembangunan zona khusus pendidikan anti narkoba di area Taman Pintar. Zona tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak dan generasi muda untuk mulai berkegiatan positif.

Daripada bersentuhan dengan narkoba yang memiliki dampak negatif besar. Meski demikian, rencana keberadaan zona ini akan dibahas di kemudian hari bersama BNNP DIY.

"Untuk waktu pengembangannya secara detail akan dibahas di kemudian hari," terangnya melalui ponsel, Selasa (2/5/2017).

Ia menambahkan sebagai embrio zona tersebut, bersama BNNP DIY kemarin juga diresmikan keberadaan LCD media standing untuk program sosialisasi P4GN. Dalam layar monitor ini memberikan informasi bahaya narkoba yang sangat merugikan. Layar ini berada di lantai 3 Taman Pintar.

"Generasi muda juga diharapkan terlibat aktif dalam P4GN di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Kepala BNNP DIY Brigjen Pol. Mardi Rukmianto menambahkan pihaknya berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya narkoba melalui informasi di Taman Pintar. Melalui kerjasama itu, ia berharap Taman Pintar bisa menjadi mitra bagi BNNP dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkotika.

"Kami butuh sinergi dengan pihak terkait, seperti Taman Pintar. Saat ini jumlah pecandu dan penyalahguna narkoba membuat kita prihatin. Mereka yang tertangkap justru adalah publik figur," tegasnya.