Uji Coba Penerapan Satu Arah di Selokan Mataram Dianggap Tidak Tepat Waktu

Salah satu pengendara tidak mengenakan helm saat Operasi Zebra Progo di Simpang tiga Selokan Mataram, Depok, Sleman, Selasa (23/11/2016). ( Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
03 Mei 2017 14:20 WIB Sekar Langit Nariswari Sleman Share :

Uji coba jalan satu arah di Selokan Mataram, Dabag, Caturtunggal, Depok dianggap dilakukan di waktu yang tidak tepat

Harianjogja.com, SLEMAN-Uji coba jalan satu arah di Selokan Mataram, Dabag, Caturtunggal, Depok dianggap dilakukan di waktu yang tidak tepat. Kebijakan ini juga dianggap akan berdampak negatif bagi perekonomian masyarakat di ruas jalan tersebut.

Uji coba rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan selama setengah hari pada Selasa (2/5/2017). Budi, salah satu warga setempat mengatakan uji coba yang dilakukan hingga tengah hari itu tidak berdampak banyak.

“Daerah sini kan ramai dan macetnya sekitar pukul 4 sore sampai 8 malam tapi uji cobanya malah pagi, enggak ngefek, kendaraannya tidak banyak,” ujarnya kepada Harianjogja.com.

Dalam uji coba hari pertama ini, sebagaian kendaraan khususnya motor, masih banyak yang melanggar.

Menurutnya, kemacetan hinggga kendaraan terhenti umum terjadi ketika jam pulang mahasiswa, jam pulang kantor, dan jam makan. Pasalnya, daerah tersebut memang kerap dilalui karyawan dan mahasiswa serta memiliki banyak tempat makan di sekitarnya.

Karena itu pula, ia menilai jika penerapan jalur arah ini sekaligus akan mematikan sejumlah pedagang yang ada di daerah itu. Jika dibuat searah, tentunya sebagai masyarakat akan enggan melalui ruas jalan tersebut.

Sosialisasi dari pemerintah mengenai penerapan satu arah ini, tambah Budi, telah dilakukan sejak Januari lalu. Namun, hal ini hanya dilakukan kepada tokoh masyarakat sehingga masih banyak warga, khususnya pedagang yang belum mengetahuinya.

Meski menilai negatif dampaknya, ia mengakui jika lebar jalan memang kurang memadai untuk dilalui ratusan kendaraan yang lewat setiap harinya. Diketahui pula jika penerapan jalur satu arah ini sebagai tahap awal untuk pelebaran jalan pada 2018 mendatang.

Sementara itu, Sultan Fatoni, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sleman mengatakan penerapan jalur searah itu menargetkan antrian kendaraan tidak lebih dari 10 meter.

Uji coba yang dilakukan kemarin dilakukan dengan pengawasan di sejumlah titik persimpangan sebagai langkah awal sosialisasi kepada masyarakat. Karena itu, warga yang melanggar sistem baru ini tidak diberikan sanksi terlebih dahulu.