Tegal Panggung Jadi Percontohan Kampung Literasi

07 Mei 2017 18:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Kampung Tukangan dan Tegal  Panggung, Kelurahan Tegal Panggung, Kecamatan Danurejan menjadi percontohan kampung literasi dalam program Gerakan Indonesia Membaca tingkat Kota Jogja

Harianjogja.com, JOGJA-Kampung Tukangan dan Tegal  Panggung, Kelurahan Tegal Panggung, Kecamatan Danurejan menjadi percontohan kampung literasi dalam program Gerakan Indonesia Membaca tingkat Kota Jogja. Dinas Pendidikan Kota Jogja akan terus mendorong kampung literasi di semua kampung di Kota Jogja.

Selain Tegal Panggung, Karangkajen Mergangsan juga dipilih sebagai kampung sains. Kampung literasi dan kampung sains diresmikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Kementrian Kebudayaan (Kemendikbud), Emi Emilia, Sabtu (6/5/2017).

Emi mengatakan kegiatan literasi harus melibatkan semua pihak, mulai dari keluarga atau rumah, lingkungan sekolah, hingga masyarakat. “Dari keluarga orangtua harus membiasakan diri dengan kegiatan literasi sehingga anak walau pun belum bisa membaca akan terbiasa melihat bapak ibunya membaca,” kata Emi.

Membaca tidak hanya buku dan koran, namun juga berbagai teks, simbol dan benda yang memiliki makna sehingga anak-anak akan terbiasa dengan dunia literasi. Ia meyakini anak-anak yang dibesarkan dari kebiasaan literasi hasil belajarnya nanti lebih berkualitas. Kemudian kebiasaan di rumah dikembangkan lagi di sekolah dalam bentuk membaca, menulis, dan penelitian sains.

Dengan membiasakan kegiatan literasi, kata Emi, anak-anak nantinya terbiasa berpikir kritis ketika mendapat informasi apa pun termasuk mampu menangkal berita-berita yang tidak benar alias hoax. “Literasi bisa memberdayakan masyarakat dan bisa memerdekakan diri sendiri.” Kata Emi.

Saat meninjau beberapa stand buku yang dipamerkan dalam peluncuran Gerakan Indonesia Membaca, Emi mengaku terkesan ada sejumlah buku hasil karya anak-anak sekolah dasar (SD) dan SMP. Ia berharap prestasi tersebut terus dipertahankan.

Penjabat Wali Kota Jogja, Sulistiyo berharap gerakan membaca dapat menggelorakan kembali budaya literasi masyarakat ditengah serbuan perangkat digital yang mengancam menurunkan minat baca.

Sulis menyatakan siap mensukseskan Gerakan Indonesia Membaca dan menjadikan Kota Jogja sebagai kota literasi dengan membentuk kampung-kampung literasi dan memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang literasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edi Heri Suasana mengatakan sudah menuju kota literasi dengan berbagai daya dukung yang ada. Ia mengaku di hampir semua kampung di kota sudah ada taman bacaan masyarakat (TBM). Kedepan pihaknya mendorong kegiatan literasi tidak hanya dalam bentuk bacaan, namun juga pengembangan sain, matematika, budaya dan kuliner.

“Tegal Panggung menjadi percontohan karena literasinya komplit, ada bacaan, ada seni budayanya, ada pengembangan kulinernya.” Kata Edi.