Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Penjabat Wali Kota Jogja Sulistiyo saat meninjau talut Kali Code yang longsor di Terban, Kamis (9/3/2017) siang. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Pemerintah Kota Jogja akan memperjelas garis batas sempadan sungai
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja akan memperjelas garis batas sempadan sungai, karena selama ini aturan sempadan kerap dilanggar, bahkan ditempati bangunan permanen.
"Mungkin banyak masyarakat tidak tahu sehingga membangun rumah di kawasan sempadan sungai," kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Jogja, Hari Setya Wacana, Minggu (7/5/2017).
Hari mengatakan patok pembatas sempadan nantinya akan dipasang semua di sepanjang bantaran sungai di wilayah kota. Ia berharap batas itu nantinya diketahui masyarakat bahwa wilayah sempadan sungai merupakan sebagai kawasan lindung.
Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO) Kementrian Pekerjaan Umum yang berwewenang mengatur soal sungai. Hari memperkirakan patok pembatas sempadan bisa direalisasikan di awal 2018.
Ia menegaskan pembatas itu tidak berarti akan menggusur bangunan yang selama ini sudah terlanjur dibangun di kawasan sempada sungai. Melainkan agar diketahui masyarakat bahwa kawasan sempatan merupakan kawasan lindung sungai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
FFI 2026 mengumumkan 25 film cerita panjang yang lolos Seleksi Awal Tahap I dan akan bersaing menuju tahap nominasi.
Kejagung menetapkan PT TPL atau INRU sebagai tersangka kasus transfer pricing. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp2 triliun.
Fiorentina kembali menunjuk Paolo Vanoli sebagai pelatih setelah memecat Fabio Grosso yang menelan tiga kekalahan beruntun di Serie A.
Bandara Soetta, Halim dan Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan setelah ditutup sementara akibat abu vulkanik GAK.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang hingga Senin (7/9).