EKONOMI KREATIF : Industri Digital DIY Berkembang Pesat, Bagaimana dengan Cyber Security?

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
09 Mei 2017 16:55 WIB Jogja Share :

Ekonomi kreatif di industri digital DIY memiliki potensi besar

Harianjogja.com, JOGJA  - General Manager Jogja Digital Valley Samuel Henri melihat potensi DIY sebagai pusat industri kreatif digital paling besar dibandingkan dengan daerah lain di seluruh Indonesia. Sayangnya, menurut dia, kemampuan para pelaku industri kreatif di wilayah ini masih diragukan.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=815602">EKONOMI KREATIF : Industri Digital DIY Punya Potensi Terbesar Tapi ...

Samuel berharap, Pemda mau lebih mendukung perkembangan industri kreatif digital di DIY.  Pasalnya dari segi bisnis pun cukup memberi dampak besar, termasuk meningkatnya angka wirausaha.

Lebih lanjut Samuel mengatakan, di satu sisi, industri kreatif digital di DIY tumbuh cukup pesat. Namun di sisi lain, masih perlu pendampingan tambahan, utamanya yang berkaitan dengan cyber security. Menurutnya, umumnya pelaku industri kreatif digital di Indonesia memang belum mempedulikan sisi keamanan dari produk yang mereka hasilkan.

"Padahal, secanggih apapun aplikasi yang mereka buat, pasti ada saja cela yang bisa dibobol. Artinya, tidak ada yang aman sehingga butuh perhatian khusus dari sisi cyber security," tuturnya kepada wartawan di sela pelaksanaan Jogja Geek Fair 2017 di Hotel Eastparc, Minggu (7/5/2017) petang.

Sementara  salah satu pelaku dunia cyber security Dyan Galih menegaskan, tidak ada yang aman dalam dunia cyber. Menurutnya, cyber security adalah dunia seni karena tidak semua hacker bisa melakukan hal yang sama atau di waktu yang berbeda.

"Karena itu, pengetesan keamanan terhadap produk digital yang kita buat sangat penting. Dengan mengetahui celah keamanannya, maka kita bisa melakukan perbaikan. Dan yang namanya keamanan bukan berarti mengalami masalah dulu baru proses pengamanan dilakukan, tapi sejak awal harus dilakukan," imbuhnya.