Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Ilustrasi aktivitas pegawai KPU menyiapkan logistik pemilu (JIBI/Solopos/Dok.)
Pemilu 2019 masih lama, tetapi sejumlah partai mulai mempersiapkan diri.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hanura Gunungkidul melakukan koordinasi dan konsolidasi internal untuk menyambut Pemilu 2019. Target tinggi pun dicanangkan agar, pemilu ke depan dapat meraih lima kursi di DPRD.
Ketua DPC Hanura Gunungkidul Supar Sarwo Putro mengatakan, konsolidasi internal partai dilakukan pada Rabu (10/5/2017) kemarin di Mijahan, Semanu. Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan. Selain untuk mempererat tali persaudaraan antara pengurus maupun kader, acara itu juga sebagai persiapan menyambut pemilu 2019.
“Semua berjalan lancar. Untuk pemilu mendatang, kami menargetkan lima kursi di dewan,” kata Supar, Kamis (11/5/2017).
Menurut dia, untuk mencapai target itu, DPC Hanura telah menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya dengan merekrut kader muda potensial untuk bergabung ke dalam partai.
“Kita sudah persiapkan dan kami akan mulai bergerak demi mencapai target tersebut,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
DPRD Kulonprogo meminta jaringan SPAM diperluas di kawasan Menoreh karena masih ada warga yang belum terjangkau air bersih.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.
MK menilai gugatan syarat administrasi Gibran tidak relevan dan telah melampaui tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.