Selisih Harga Bawang Putih Antar Pedagang dalam 1 Pasar Mencapai Rp12.000

23 Mei 2017 15:21 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Disparitas harga bawang putih semakin tak terkendali seiring harganya yang masih tinggi

Harianjogja.com, JOGJA-Disparitas harga bawang putih semakin tak terkendali seiring harganya yang masih tinggi. Selisih jual antara satu pedagang dengan yang lain bisa melebihi Rp10.000 per kg.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di Pasar Setan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (21/5/2017) malam, seorang pedagang perempuan menawarkan bawang putih kating dengan harga Rp70.000 per kg.

Dalam waktu, tempat, dan kualitas yang sama, pedagang lain berjenis kelamin laki-laki menjual hanya dengan harga Rp58.000 per kg. Dengan demikian ada selisih Rp12.000 antara kedua pedagang itu.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Yuna Pancawati mengakui, disparitas harga terjadi saat harga bawang putih melambung tinggi seperti sekarang. Pedagang ingin mendapat keuntungan yang besar meski harganya sudah tinggi.

Oleh karena itu untuk membatasi tindakan pedagang yang mengambil untung seenaknya sendiri, Pemerintah Daerah menggelar operasi pasar di beberapa titik. “Kita akan berkoordinasi dengan Bulog dan melakukan operasi pasar,” tuturnya.

Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Adha sebelumnya mengakui, baik operasi pasar maupun pasar murah sangat efisien dalam menekan harga komoditas di pasaran karena digelar di lebih dari 25 titik. Tersebar di gudang Bulog Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Bantul; 25 Rumah Pangan Kita (RPK); kelurahan dan kecamatan se-DIY, sampai acara koperasi karyawan baik dilingkungan pemerintah/swasta/BUMN.

“Paling tidak dampaknya membuat harga yang ada di pasaran saat ini nggak naik lagi. Bisa ditekan ke titik normal,” tuturnya.