Duh, Baru 2,8% Masyarakat Indonesia yang Menyikat Gigi dengan Benar
Berdasarkan data, baru 2,8% masyarakat yang sudah melakukan gosok gigi secara benar.
Ilustrasi pedagang barang kebutuhan pokok (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Komoditas pangan untuk sementara ini tidak stabil
Harianjogja.com, JOGJA -- Kondisi harga yang tidak stabil membuat pedagang sembako enggan menyetok barang. Mereka takut jika suatu ketika harga anjlok.
Baca Juga : Khttp://m.harianjogja.com/?p=819262">OMODITAS PANGAN : Harga Labil, Pedagang Enggan Nyetok Banyak
Guna menstabilkan harga kebutuhan pangan di DIY, pemerintah gencar melakukan pasar murah di beberapa titik. Tidak hanya terpusat di pusat kota, pasar murah juga digelar di pasar-pasar di kabupaten dan beberapa toko-toko milik warga yang terdaftar dalam jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog.
“Untuk saat ini kami masih melakukan pasar murah, belum sampai operasi pasar,” tegas Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Adha, Selasa (23/5/2017).
Menurutnya operasi pasar akan dilakukan saat harga terus-menerus naik. Saat harga terus melambung, Pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan mengirimkan surat ke Bulog untuk melakukan operasi pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berdasarkan data, baru 2,8% masyarakat yang sudah melakukan gosok gigi secara benar.
Harimau Amur tertua di Jepang, Kai, mati di Kebun Binatang Fukuoka pada usia 20 tahun, diduga karena faktor usia.
Sebanyak 29.000 pohon ditanam di seluruh Indonesia, termasuk Yogyakarta, sebagai dukungan terhadap target SDGs dan pelestarian lingkungan.
Sleman jadi tuan rumah KPI 2026 di UNY, bahas transformasi pendidikan dan kolaborasi lintas sektor.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi minta perbaikan jalan fokus kualitas dan prioritaskan ruas rusak berat pada 2026.
LPSK mengkaji permohonan perlindungan tokoh perempuan adat Papua usai polemik film Pesta Babi yang dilaporkan ke polisi.