Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi pedagang barang kebutuhan pokok (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Komoditas pangan untuk sementara ini tidak stabil
Harianjogja.com, JOGJA -- Kondisi harga yang tidak stabil membuat pedagang sembako enggan menyetok barang. Mereka takut jika suatu ketika harga anjlok.
Baca Juga : Khttp://m.harianjogja.com/?p=819262">OMODITAS PANGAN : Harga Labil, Pedagang Enggan Nyetok Banyak
Guna menstabilkan harga kebutuhan pangan di DIY, pemerintah gencar melakukan pasar murah di beberapa titik. Tidak hanya terpusat di pusat kota, pasar murah juga digelar di pasar-pasar di kabupaten dan beberapa toko-toko milik warga yang terdaftar dalam jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog.
“Untuk saat ini kami masih melakukan pasar murah, belum sampai operasi pasar,” tegas Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Adha, Selasa (23/5/2017).
Menurutnya operasi pasar akan dilakukan saat harga terus-menerus naik. Saat harga terus melambung, Pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan mengirimkan surat ke Bulog untuk melakukan operasi pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.