Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Ilustrasi pertanian (JIBI/Solopos/Dok)
Pertanian Jogja, lahan semakin menipis lantaran pertumbuhan penduduk terus meningkat
Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya peran lebih yang harus diberikan pemerintah terhadap sistem pengolahan pangan, baik sisi produksi maupun konsumsi. Untuk meningkatkan sistem pengolahan pangan, menurut Sultan, pemerintah diharapkan bisa mendorong peningkatan riset bioteknologi.
Upaya itu harus segera dilakukan mengingat laju perubahan lahan pertanian ke non pertanian sementara lahan pertanian produktif makin terbatas sedangkan jumlah penduduk terus bertambah.
“Semakin terbatasnya lahan pertanian sekitar 50.000 hingga 100.000 hektar lahan yang hilang setiap tahunnya di Indonesia," ujar Sultan sebagaimana dalam pidato sambutan yang dibacakan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY Arofa Noor Indriani pada Seminar Nasional Penerapan Bioteknologi Pertanian dan Kontribusi bagi Ketahanan Pangan di Indonesia yang berlangsung di UGM, Selasa (23/5/2017).
Dalam sambutan teresebut Sultan menegaskan, untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi lebih 237 juta jiwa penduduk setidaknya dibutuhkan sekitar 13 juta lahan padi produktif.
“Namun lahan padi yanga ada saat ini hanya 7,7 juta hektar, jika dihitung pertambahan penduduk sekitar 1,9 persen tiap tahun tentu akan menghadirlan permasalahan sosial soal pangan,” katanya.
Oleh karena itu menurutnya, pemerintah perlu melakukan upaya khusus untuk meningkatkan produksi bahan pangan nasional dengan meningkatkan produktivitas lewat penerapan teknologi secara intensif salah satunya lewat benih unggul.
“Sampai saat ini benih unggul sebagai solusi untuk mendapatkan varietas baru lewat hibridisasi berbagai keragaman genetik mengatasi berbagai permasalahan tanaman pangan,” jelas dia.
Benih unggul yang dikembangkan tersebut menurutnya tidak lepas dari peran bioteknologi lewat teknologi persilangan. Sampai saat ini pemanfaatan bioteknologi untuk kultivar unggul padi sangat diperlukan untuk pemenuhan pangan masyrakat perlu mendapat perhatian serius, meski teknologi tetap mendapat penolakan dari sebagian kelompok masyarakat. Namun demikian, diperlukan sikap kehati-hatian untuk menghasilkan produk produk pangan dari hasil teknologi rekayasa genetik tersebut.
Dikatakan Sri Sultan, salah satu produk bioteknologi di tanah air saat ini adalah pengembangan tanaman jagung transgenik yang dinilai berkualitas, tahan serangan hama sehingga mampu mengurangi penggunaan pestisida.
“Dari aspek bioteknologi justru mendatangkan manfaat bagi manusia,” katanya.
Sementara Direktur Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC) Bambang Purwantara mengatakan sudah saatnya pemerintah perlu memperhatikan persoalan pengembngan bioteknologi di bidang pangan seiring kebijkan pemrintah yang mengurangi ketergantungan pada impor pangan.
“Impor kita lihat sudah mulai berkurang, seharunsya pengembngan penerapan bioteknologi pangan,” ujarnya.
Menurutnya pengembngan bioteknologi pangan saat Inondesia sat ini jauh tertinggal dibandong dengan Filipina dan Vietnam. Padahal sebelumnya Indonesia sebelumnya telah lebih dulu memulainya lewat pengembangan bioteknologi kapas transgenik.
“Kita dulu pernah melakukan bioteknologi kapas biji, sudah dimulai dari diawal, mandeg, produk sekarang dikembangankan tebu lahan kering, kita harapkan bisa ditanami di bagian Indonesia timur yang lahan kering mengatasi impor gula," imbuh dia.
Salah satu persoalan yang dihadapi dalam pengembngan bioteknologi pangan menurut Bambang adalah lamanya prises pengusuulan hingga persetujuan sehingga produk hasil bioteknologi tersebut lambat dan lama untuk diaplikasikan di masyarakat.
“Bahkan bioteknologi kadang sering disalahmengertikan sebagian pihak. Bayangkan untuk produk tebu ini sudah lima tahunan prosesnya, sementara jagung sudah gampir sepuluh tahun dari mulai pengusulan sampai disetujui, karena penuh kehati hatian,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.