RAMADAN 2017 : Mobil Bekas Segmen MPV Mulai Diburu

Mobil bekas di salah satu bursa mobil bekas di Jalan Magelang mulai ramai dikunjungi konsumen jelang Ramadan dan Lebaran, Selasa (23/5/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
25 Mei 2017 09:22 WIB Jogja Share :

Ramadan 2017 mendongkrak penjualan mobil bekas

Harianjogja.com, JOGJA -- Menjelang bulan Ramadan dan masa angkutan mudik Lebaran, mobil bekas mulai diburu konsumen. Mobil kelas niaga atau Multi Purpose Vehicle (MPV) menjadi kendaraan roda empat paling dicari pembeli.

Mobil kelas MPV, masih menjadi primadona pasar mobil bekas. Sebagian besar mobil di kelas mini bus ini memiliki kapasitas penumpang yang lebih banyak antara lima hingga delapan penumpang. Sehingga tak heran jika mobil ini lebih banyak diminati oleh kalangan keluarga.

Salah satu pedagang mobil bekas di Carsentro Jalan Magelang, Didik Wahyudi mengatakan mobil ini banyak dicari segmen konsumen dari kalangan keluarga agar dapat memuat lebih banyak penumpang.

"MPV masih paling banyak dicari, kebanyakan yang produksi tahun 2012," ujar Didik saat ditemui Harian Jogja, Selasa (23/5/2017).

Didik mengungkapkan tren penjualan mobil bekas cenderung mengalami penurunan. Terlebih adanya siklus lima tahunan, di mana biasanya pada penjualan di masa Lebaran cenderung lesu. Akan tetapi, kata dia, biasanya tiga bulan setelah Lebaran penjualan akan mulai kembali normal.

Rata-rata setiap bulan sebanyak 15 unit sampai 20 unit mobil bekas laku terjual di bursa mobil bekas ini. Lesunya pasar mobil bekas, kata Didik, bukan hanya disebabkan penurunan daya beli masyarakat. Kini, penjualan mobil oleh dealer banyak menawarkan kemudahan pembayaran.

"Pasar lagi lesu karena banyak hal. Di antaranya semakin banyak produk [mobil] baru dengan berbagai penawaran harga dan banyak dealer yang menawarkan kemudahan pembayaran.

Sementara itu, penjualan mobil bekas di salah satu bursa mobil bekas yang berada di kompleks perkantoran Pemkab Sleman, Denggung, banyak diminati konsumen dari luar DIY. Koordinator Lapangan Wisata Auto Bursa, Subarjo mengungkapkan bursa mobil bekas ini berada di kawasandekat perbatasan antara provinsi DIY dan Jawa Tengah.

"Maka, sejak kami buka enam bulan lalu banyak konsumen dari luar DIY. Kebanyakan dari mereka adalah masyarakat yang tengah melintas di kawasan Denggung dan akan menuju ke wilayah Jawa Tengah," ungkap Subarjo.

Sejak dibuka enam bulan lalu, hingga April 2017 dari 500 unit mobil yang masuk sudah laku terjual 37 unit. Subarjo menambahkan untuk saat ini per bulan rata-rata 20 unit sampai 25 unit mobil terjual dengan harga kisaran dari Rp70 juta sampai Rp200 juta per unitnya.

"Untuk menghadapi banyaknya permintaan selama Ramadan, kami yang biasanya hanya buka setiap hari Minggu, akan buka selama dua hari. Mengakomodir pembeli kami akan buka Sabtu dan Minggu," imbuh Subarjo.