RUSUNAWA BANTUL : Syarat Jadi Penyewa Hanya Ini, Tertarik?

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Senin, 24 Juli 2017 09:22 WIB
RUSUNAWA BANTUL : Syarat Jadi Penyewa Hanya Ini, Tertarik?

Rusunawa  Bantul sepi peminat

Harianjogja.com, BANTUL -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bakal mengevaluasi keberadaan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) khusus pekerja di Dusun Sokowaten, Desa Tamanan, Banguntapan. Pasalnya, dari seratus lebih warga yang mengambil formulir pendaftaran, hanya sepuluh yang mengembalikan alias tertarik menghuni rumah milik pemerintah tersebut.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=836342">RUSUNAWA BANTUL : Dari 180 Unit, 170 Petak Belum Laku
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul Bobot Ariffi'aidin menyampaikan sejauh ini kata Bobot tidak ada aturan ketat perihal syarat penyewa. Selama penyewa berstatus pekerja di Bantul (disertai surat keterangan dari perusahaan atau lembaga tempat bekerja), maka dibolehkan menjadi penghuni rusunawa. Pemerintah juga tidak menerapkan batas besaran penghasilan warga yang boleh menyewa rusunawa.

“Kalau bukan warga Bantul asal bekerja di Bantul tetap boleh menyewa, demikian pula dia tidak bekerja di Bantul tapi bekerja di luar, selama warga Bantul boleh,” tutur dia, Minggu (23/7/2017).

Ketua Komisi C DPRD Bantul Wildan Nafis mengaku heran rusunawa baru tersebut sepi peminat. Dibandingkan rusunawa lainnya bahkan masih satu kecamtan, peminatnya justru ramai.

“Rusunawa lain seperti di Sewon di dekat Kotagede itu ramai, bakah sampai menolak pendaftar,” papar dia.

Wildan menyarankan ada evaluasi menyeluruh terkait rusunawa tersebut. Sejumlah hal bisa jadi menyebabkan, rusunawa anyar itu sepi peminat. Misalnya harga yang dianggap terlalu mahal, kondisi rusunawa yang tidak layak atau faktor kurang prmosi.

“Harus dicari penyebabnya apa, kenapa tidak bisa laris seperti rusunawa lain,” ujar dia.

Menurut Wildan, keberadaan rusunawa yang dibangun pemerintah Pusat itu sejatinya diharapkan dapat membantu warga khususnya pekerja dengan ekonomi lemah bisa memiliki hunian yang layak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online