PAD Gunungkidul Ditarget Naik Rp25,57 Miliar di APBD Perubahan
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.
Puncak pemilihan dimas diajeng Gunungkidul berlangsung di Gedung Serbaguna Siyono, Desa Logandeng, Playen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Puncak pemilihan dimas diajeng Gunungkidul berlangsung di Gedung Serbaguna Siyono, Desa Logandeng, Playen, Sabtu (16/9/2017) malam. Dalam acara itu, Rangga Febi Kristiawan dan Nurika Mutiara Yohaningtyas sebagai Dimas Diajeng Gunungkidul 2017.
Puncak pemilihan dimas diajeng diikuti oleh lima pasangan. Adapun penilaian sangat dipengaruhi oleh penampilan hingga nilai dan mutu jawaban atas pertanyaan yang diberikan dewan juri.
“Tidak hanya itu, dalam pemilihan kami juga menggunakan SMS voting untuk mendongkrak perolehan suara masing-masing finalis,” kata Ketua Dewan Juri, yang juga Sekretris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukomono kepada wartawan, di sela acara.
Dia menjelaskan, tujuan diadakannya pemilihan dimas diajeng bukan hanya sebagai ajang yang dilaksankaan setiap dua tahun sekali. Namun, kegiatan ini juga sebagai sarana untuk mengajak generasi muda mengenal dan memiliki rasa peduli terhadap perkembangan Gunungkidul, khususnya di bidang pariwisata. mendatang.
“Dimas diajeng akan menjadi duta promosi untuk pengembangan pariwiata di Gunungkidul. Oleh karenanya, mereka akan dilibatkan dalam pengenalan yang dilakukan oleh dinas, baik di luar maupun di dalam daerah,” katanya.
Selain menjadi sebagai duta pariwisata, lanjut Hary, pasangan pemenang berhak mewakili Gunungkidul dalam lomba dimas diajeng tingkat Provinsi DIY. “Jadi lomba tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, karena di tingkat provinsi juga ada lomba yang sama. Nantinya dimas diajeng terpilih akan menjadi wakil dari Gunungkidul,” imbuh mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata ini.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menuturkan, pemilihan Dimas Diajeng harus bisa mendukung suksesnya visi dan misi bupati Gunungkidul. Salah satunya untuk menjadikan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya.
“Mereka harus punya peran dalam pengembangan yang disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki,” kata Immawan.
Dia pun memberikan selamat kepada pemenang dan juga kepada seluruh peserta finalis lomba dimas diajeng. Diharapkan partisipasi dari peserta untuk memajukan Gunungkidul menjadi lebih baik lagi.
Untuk diketahui, pemilihan dimas diajeng Gunungkidul awalnya diikuti oleh 100 peserta. Namun setelah dilakukan seleksi administrasi dan tes kecakapan dan wawancara dipilih lima pasang grandfinalis.
Kelima pasangan ini di antaranya Rangga Febi Kristiawan-Nurika Mutiara Yohaningtyas; Daniel-Anisa Rahma Z; Hengki Raharjo-Nurhidayah Susita; Fajar Setyawan-Erli Kusuma Putri dan pasangan Muhammad Wildan-Dinda Trisna Lestari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.
Pekerja desa seperti petani, pedagang, dan buruh tani kini bisa mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran mulai Rp8.400 per bulan.
Menkum Supratman Andi Agtas meluruskan polemik sound horeg. Kementerian Hukum disebut tak pernah menerbitkan hak cipta sound horeg.
AI mulai menjadi teman curhat bagi sebagian orang. Sejumlah penelitian mengungkap hubungan AI dengan kesepian, kedekatan emosional, dan ketergantungan.
Eko Suwanto mengucapkan HUT ke-270 Kota Jogja dan mendorong Pemkot memperkuat anggaran pro rakyat untuk menekan kemiskinan.
Nusron Wahid absen pemeriksaan KPK karena agenda internal ATR/BPN. KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi.