Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Para warga melakukan tandatangan di spanduk bertuliskan “Ayo Pindah Pusat Pemerintahan Kemari, SERASI Smart City” di Jembatan Biru, Semurup, Asinan, Tuntang, Minggu (3/4/2016). Aksi ini digelar sebagai desakan pada Pemkab Semarang agar segera membangun smart city sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan yang baru. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Kesenjangan digital jadi tantangan Smart City
Harianjogja.com, JOGJA-- Kesenjangan digital menjadi masalah yang menghambat pembentukan smart city di Indonesia. Pembangunan jaringan internet yang memadai perlu segera dilakukan agar tidak ada kesenjangan antara akses internet di satu daerah dengan daerah lain.
Rektor Universitas Multimedia Nasional (UMN), Ninok Leksono, menyampaikan terbentuknya smart city sudah menjadi wacana sejak 10 tahun lalu dan saat ini menurutnya pemerintah harus mulai fokus untuk menggarap program tersebut secara lebih serius. Hal itu penting dilakukan mengingat perkembangan teknologi digital yang semakin berkembang saat ini.
Menurutnya, jalur internet yang cepat dan ketersediaan listrik yang tidak mudah padam merupakan infrastruktur krusial yang perlu diperhatikan dalam terwujudnya smart city.
Ia berharap agar jangan sampai kemajuan teknologi tidak dirasakan nyata oleh masyarakat secara keseluruhan. “Jangan sampai ada kesenjangan digital. Misalnya akses internet Jakarta cepat sementara tidak pada kota lain,” katanya sesuai membuka Konferensi Internasional: Conmedia 2017 & Icon-Sonics 2017 di Hotel Santika, Rabu (8/11/2017).
Ia menyinggung program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam pembangun jaringan Palapa Ring yang urung selesai sampai saat ini. Padahal menurutnya infrastruktur tersebut sangat menunjang pemerataan akses internet di semua daerah di Indonesia.
Ninok juga mengatakan, demi mewujudkan target pemerintah untuk mengadakan 100 smart city di Indonesia perlu sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat. Kendati demikian, smart city memberi kesempatan bagi daerah untuk dapat berkembang secara mandiri.
Sementara itu, Ketua Acara Konferensi Internasional: Conmedia 2017 & Icon-Sonics 2017, Hugeng, mengatakan saat ini kota yang sudah dicanangkan menjadi smart city masih sebatas kota metropolis seperti Jakarta, Surabaya, Bogor, dan Bandung. Menurutnya, smart city sangat ditunjang dari teknologi. Tidak hanya teknologi dalam ekonomi tetapi juga dalam teknologi lalu lintas.
“Kebanyakan teknologi CCTV di kota hanya sekedar pemantauan, kurang pembacaan data dan pengendaliannya. Alangkah baiknya begitu masuk CCTV, langsung keluar datanya [pelanggaran lalu lintas],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Rupiah melemah hingga Rp17.800 per dolar AS. DPR menilai kondisi ini dipicu sentimen, bukan krisis seperti 1998. Ini penjelasannya.
Program MBG menjangkau 62,4 juta penerima di Indonesia. Siswa mendominasi, total 8,3 miliar porsi telah disalurkan sejak 2025.
BTN telah menyalurkan 6 juta KPR untuk desil 3. Simak strategi KPR subsidi, BSPS, hingga digitalisasi untuk menjangkau masyarakat unbanked.
Megawati Soekarnoputri bersama keluarga melakukan pertemuan dan santap malam dengan Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X
Persebaya menang telak 5-0 atas Persik Kediri di laga penutup Super League. Bruno Moreira cetak dua gol, Bajol Ijo finis keempat.