RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
De Arca Statue Art Museum (Detik com)
De Arca sempat mendapat kecamaan atas beredarnya foto pengunjung di samping patung Adolf Hitler dengan latar belakang kamp Auschwitz
Harianjogja.com, JOGJA-Kunjungan ke Museum De Arca tetap ramai seperti biasanya, meski museum yang berlokasi di komplek XT-Square, Umbulharjo, itu sempat mendapat kecamaan atas beredarnya foto pengunjung di samping patung Adolf Hitler dengan latar belakang kamp Auschwitz.
Hal itu, terlihat dari banyaknya rombongan pengunjung ke Museum De Mata dan De Arca di komplek XT-Square, Minggu (12/11/2017). Namun, tidak banyak yang tahu soal kontroversi patung Hitler tersebut, “Tidak tahu, saya hanya liburan aja,” kata Rahma, salah satu pengunjung asal Sragen, Jawa Tengah.
Marketing Museum De Mata De Arca Marsha Alethea mengatakan, jumlah pengunjung De Mata dan De Arca tetap ramai seperti biasanya. Ia belum bisa menghitung total jumlah pengunjung seharian pada Minggu (12/11/2017). Namun, menurut dia, untuk akhir pekan biasanya angka kunjungan sampai 800-an dan kunjungan di hari biasa mencapai 300-500-an orang. Jumlah pengunjung tersebut merupakan gabungan dari pengunjung De Mata atau museum dengan trick eye dengan gambar-gambar tiga dimensi dan De Arca atau museum dengan koleksi patung.
Ia juga mengaku belum ada yang bertanya terkait patung Hitler. Thea memastikan patung diktator Nazi Jerman itu sudah ditarik dan tidak dipamerkan lagi sejak Sabtu pekan lalu sebagai respons dari protes dari berbagai lembaga internasional. “Sudah ditarik, lata belakangnya juga sudah dilepas,” ujar Thea.
Sebelumnya, beredar foto-foto pengunjung De Archa di media sosial bersama patung Hitler. Tidak hanya sekadar foto, bahkan anak-anak yang berfoto itu menirukan gaya hormat Hitler. Hal itu memicu protes dari organisasi Yahudi Amerika Serikat dan Human Right Watch (HRW). Sejarawan UGM Sri Margana mengatakan, yang dipersoalkan bukanlah patungnya, tetapi gaya berfoto pengunjung yang bisa diartikan dapat melukai korban kekejaman Hitler.
Marketing Museum De Mata dan De Arca lainnya Warli sebelumnya juga menyatakan diturunkannya patung Hitler untuk menghormati protes. Ia mengatakan, keberadaan patung yang sudah ada sejak 2014 lalu itu baru kali ini mendapat protes. Pihaknya tidak ada maksud lain dari memajang itu selain dengan tujuan edukasi karena Hitler merupakan salah satu tokoh dunia. Hanya, pihaknya mengakui memang tidak menyertakan sejarah singkat terkait sosok Hitler di sekitar patung tersebut dan tidak juga ada pemandu untuk pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja menetapkan 14 tersangka baru dalam kasus Daycare Little Aresha. Total tersangka kini mencapai 27 orang dengan 103 anak tercatat sebagai korban.
Kolombia tim terakhir lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Asia habis tak tersisa, Eropa dominan dengan 7 wakil. Simak daftar lengkap tim lolos!
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina