Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Kota Jogja kembali meraih penghargaan sebagai Kota Sehat Swasti Saba
Harianjogja.com, JOGJA-Kota Jogja kembali meraih penghargaan sebagai Kota Sehat Swasti Saba. Penghargaan yang sudah keenam kalinya berturut-turut ini diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Neger, Diah Indrayanti di Jakarta, Selasa (28/11/2017).
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan penghargaan itu karena Kota Jogja dianggap berhasil membangun sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat dalam membangun sektor kesehatan melalui tujuh indikator.
Ketujuh indikator tersebut adalah tatanan ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan sarana lalu lintas tertib dan transportasi, kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, dan kehidupan sosial yang sehat.
"Sebenarnya ada sembilan tatanan penilaian tapi yang dua, yakni kawasan hutan sehat dan pertambangan sehat tidak diajukan karena kami tidak memiliki kedua tatanan itu," kata Haryadi, Rabu (29/11/2017).
Ia mengatakan prestasi tersebut merupakan kerja keras semua pemangku kepentingan, baik masyarakat, dunia usaha, komunitas, lembaga sosial, dan akademisi. Karena itu Haryadi mengajak semuanya menjaga dan mempertanggung jawabkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.