Advertisement
Polisi Minta Warga Penolak NYIA Tempuh Pengadilan, Aktivis Menolak
Advertisement
Relawan diimbau bantu warga tempuh jalur pengadilan.
Harianjogja.com, KULONPROGO--Kepolisian mengimbau kepada para aktivis dan relawan, untuk bisa membantu para warga penolak pembangunan bandara baru agar menempuh jalur hukum dalam melanjutkan upaya penolakan proyek tersebut.
Advertisement
Kabagops Polres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan mengungkapkan imbauan itu muncul mengingat para aktivis dan relawan yang mendampingi warga penolak adalah orang yang memiliki standar intelektual yang tinggi. "Lebih baik menempuh jalur pengadilan saja. Jangan dengan mengumpulkan massa dan perlawanan fisik seperti sekarang ini," terangnya Selasa (9/1/2018).
http://m.solopos.com/?p=883288">Baca juga : BANDARA KULONPROGO : Empat Orang yang Ditangkap Polisi Diperiksa di Polres
Di kesempatan yang sama ia juga mengimbau agar warga penolak berpikir ulang. Proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) dilaksanakan demi kepentingan masyarakat.
Salah satu relawan penolak NYIA Heronimus Heron menyatakan sejak awal warga telah menolak menjual tanah dan rumah mereka yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka. Terlebih lagi mereka juga memiliki bukti kepemilikan sah di depan hukum.
http://m.solopos.com/?p=883340">Baca juga : Bersitegang dengan Aparat, Aktivis yang Dampingi Warga Penolak Land Clearing NYIA Terluka
"Kami mendukung pemikiran warga, untuk apa ke pengadilan? Seharusnya prinsip mereka yang menolak NYIA harus dihormati," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- CPNS Bantul 2026 Dibuka 100 Formasi, Ini Prioritasnya
Advertisement
Advertisement





