PT SGM Serahkan Rumah Srikandi pada Warga Kembang

27 Januari 2018 17:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) bersama Yayasan Kajian Kerakyatan dan Pengembangan Masyarakat (IKRAR) melakukan serah terima program Rumah Srikandi

 

Harianjogja.com, KULONPROGO-PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) bersama Yayasan Kajian Kerakyatan dan Pengembangan Masyarakat (IKRAR) melakukan serah terima program Rumah Srikandi di Desa Kembang, Nanggulan, Kulonprogo, Kamis (25/1/2018). Progam tersebut selanjutnya dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Public Affairs & Internal Communication Manager PT SGM, Endah Prasetioningtias menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya program Rumah Srikandi.

"Proses pendampingan sudah berlangsung sejak tahun 2014 dan memfokuskan pada penyediaan akses pangan, pembinaan pendidikan anak usia dini [PAUD] dan microfinance. Sampai saat ini jumlah penerima manfaatnya sudah 382 KK," kata Endah.

Endah memaparkan program Rumah Srikandi merupakan wujud komitmen perusahaan untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. "Setelah ini, kami berharap masyarakat dapat melanjutkan program secara mandiri," ujar Endah.

Perwakilan Yayasan IKRAR, Rio JP Purnomo mengungkapkan program pemberdayaan yang berjalan di Desa Kembang telah menunjukkan capaian cukup signifikan, baik kegiatan simpan pinjam, warungan, maupun usaha produksi.

"Usaha produksi kreatif telah menghasilkan produk unggulan abon ayam, jahe wangi, dan kerajinan dompet," ucap Rio.

Intensitas kegiatan belajar mengajar di PAUD pun meningkat dari hanya sekali menjadi tiga kali sepekan. "PAUD Sativa saat ini merupakan satu-satunya PAUD di Nanggulan yang terakreditasi sehingga menjadi rujukan belajar bagi PAUD lain," kata Rio menambahkan.

Sementara itu, Kepala Desa Kembang, Winarno mengatakan program Rumah Srikandi selaras dengan dengan program One Village One Company yang dicanangkan Pemkab Kulonprogo.

"Kami berharap setelah program ini diserahkan kepada masayarakat, para kader mampu menerapkan dan menularkan ilmu yang telah didapatkan kepada lingkungan di sekitarnya," ungkap Winarno.