Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Banyaknya wisatawan belum berdampak ke masyarakat.
Harianjogja.com, JOGJA--Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Jogja ternyata belum berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga. Bahkan Kecamatan Kraton dan Kotagede yang paling banyak terdapat objek wisata justru kemanfaatannya tidak dinikmati oleh warga sekitar.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Edy Muhammad mengatakan berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari semua sektor per kecamatan pada 2016 lalu, terdapat lima kecamatan terendah, yakni Kecamatan Kotagede, Ngampilan, Pakualaman, Kraton, dan Tegalrejo.
PDRB yang dihitung terkait efek dari perdagangan dan jasa, seperti objek wisata, transportasi, hotel dan restoran. Edy meminta pemangku kepentingan di kecamatan yang PDRB-nya rendah tersebut untuk segera melakukan pemetaan penyebab yang paling dominan.
“Bisa jadi yang membuka usaha di sana warga dari luar wilayah atau bisa jadi lapangan pekerjaan yang tersedia bukan dari warga sekitar yang diberdayakan,” kata Edy, acara konsultasi publik rencana pembangunan daerah Kota Jogja 2019 di Balai Kota Jogja, Selasa (6/2/2018).
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aman Yuriadijaya, Ketua DPRD Kota Jogja Sujanarko, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Jogja, dan para pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).
Dari lima kecamatan yang terendah PDRB-nya, Edy menyoroti Kecamatan Kraton dan Kotagede. Menurut dia, kedua kecamatan itu selama ini yang menjadi daya tarik wisatawan sekaligus menjadi ciri khas Jogja dari objek wisatanya. Namun ternyata berbanding terbalik dengan kondisi perekonomian masyarakatnya. Maka perlu ada upaya-upaya inovasi untuk meningkatkan perekonomian warga.
Upaya yang bisa dilakukan, kata dia, salah satunya dengan memanfaatkan rumah-rumah yang memiliki nilai cagar budaya bisa dimanfaatkan sebagai lokasi penginapan atau homestay bagi para wisatawan, asalkan tidak mengubah bentuk bangunannya. “Ini perlu dicermati pemangku kepentingan di wilayah agar warganya ikut menikmati [ramainya kunjungan wisatawan],” ujar Edy.
Edy mengungkapkan, data kunjungan wisatawan ke Jogja per 2016 lalu tercatat ada sekitar 5,5 juta dengan kunjungan rata-rata sekitar 100.000 wisatawan. Ia berharap masing-masing kecamatan memanfaatkan banyaknya kunjungan wisatawan tersebut.
Sementara itu , Edy menambahkan kecamatan tertinggi PDRB-nya adalah Kecamatan Gondomanan, Danurejan, dan Gondokusuman. Ketiga kecamatan tersebut berada di lokasi perdagangan dan jasa, di antaranya hotel, kuliner, dan objek wisata. Ketiga kecamatan itu sudah dianggap mampu meningkatkan perekonomian warganya.
Camat Kotagede, Nur Hidayat mengakui wisatawan yang berkunjung ke wilayahnya belum berdampak signifikan kepada warga. menurut dia, wisatawan yang berkunjung ke Kotagede sebagian besar adalah peziarah sehingga efek ekonominya tidak terlalu besar. Untuk mengembangkan wisata di Kotagede, kata dia, terkendala infrastruktur jalan yang sempit dan tidak adanya lahan parkir yang cukup luas. “Kedepan memang harus ada perbaikan infrastruktur pendukung wisata.” Kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
MotoGP 2027 memakai mesin 850 cc dan diperkirakan kehilangan sekitar 50 HP. Aprilia menilai tenaga mesin justru akan semakin penting.
Thailand pangkas masa tinggal bebas visa jadi 30 hari mulai 15 September 2026. WNI tetap bebas visa, aturan masuk darat lebih fleksibel. Simak selengkapnya!
Pasar Prawirotaman Pertahankan SNI, Disdag Dorong Pasar Rakyat Adaptif Hadapi Digitalisasi
Google dikabarkan akan memindahkan seluruh produksi Pixel, smartwatch dan earbud dari China mulai 2027. India dan Vietnam menjadi basis baru.
Penelitian Berkeley Lab menemukan atap mobil perak bisa 25 derajat Celsius lebih dingin dari mobil hitam. Simak pengaruh warna terhadap panas kabin.