SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Kondisi pelaku terus membaik
Harianjogja.com, SLEMAN-Pelaku penyerangan gereja St Lidwina Gamping masih dirawat di RS Bhayangkara. Satu tim khusus beranggotakan 10 dokter menangani pelaku.
Karumkit Bhayangkara Polda DIY Theresia Lindawati mengatakan, kondisi pelaku terus membaik. Ada tim khusus yang menangani perawatannya. "Ada tim, dari dokter spesialis tulang, penyakit dalam, anestesi dan lainnya. Luka-luka mengering sudah dirawat," katanya kepada wartawan, Selasa (13/2/2018).
Menurutnya, selain luka tembak ada luka-luka lainnya. Pelaku dirawat terpisah dari pasien lain dan mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian. Saat ini pelaku sudah bisa berkomunikasi. Bahkan sudah mulai berlatih berjalan. "Operasinya sudah selesai. Tensi 128/80, sudah bisa makan dan minum," katanya.
Pihaknya hanya menangani kesehatan fisik pelaku. Adapun untuk kesehatan jiwa pelaku akan ditangani oleh Polda DIY.
http://m.harianjogja.com/?p=894140">Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : Kondisi Pelaku Terus Membaik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Bulog Magelang telah menyalurkan 10.646 ton jagung SPHP atau 92,34% dari pagu untuk membantu 548 peternak ayam.
Anggaran pendidikan 2027 mencapai Rp824 triliun untuk mendukung PIP, KIP Kuliah, revitalisasi sekolah, beasiswa, dan peningkatan kualitas pendidikan.
PSS Sleman mematangkan fisik dan taktik selama jeda internasional tiga pekan. Pieter Huistra ingin Sleman Style terlihat saat melawan PSM Makassar.
Kemenhaj memperkuat integrasi data setelah menemukan 597.860 data jemaah bermasalah di tengah antrean haji yang mencapai 5,7 juta orang.
Teddy Indra Wijaya menilai MotoGP Mandalika 2026 menjadi kesempatan bagi pembalap muda Indonesia sekaligus memperkuat citra pariwisata nasional.