Mahasiswa UGM Wakili Indonesia di Winter Camp

20 Februari 2018 08:40 WIB Sunartono Sleman Share :

Delapan mahasiswa kunjungi kampus di Taiwan.
Harianjogja.com, SLEMAN--Delapan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mewakili Indonesia dalam program Winter Camp 2018 Taiwan Tech yang diadakan oleh National Taiwan University of Science and Technology pada akhir Januari 2018 lalu.

Para mahasiswa yang terpiliha tersebut antara lain, Muhammad Dzaky Alfajr Dirantona dari Prodi Manajemen, Meilani Adriyati dari program pascasarjana Teknik Sipil, Paxia Novarin dari prodi Ilmu Hubungan Internasional, Naufal Fadhlullah Sayuti mahasiswa Ilmu Hukum, Riskha Adelia Nurinda dari Teknologi Industri Pertanian. Kemudian Mawar Lestari dari Sekolah Vokasi, Kumala Puspasari dan Nadiyah Asri Dewanti dari Sekolah Vokasi.

Meilani Adriyati menjelaskan, kegiatan Winter Camp 2018 Taiwan Tech bertujuan membentuk persatuan dan hubungan antarpelajar di Asia dengan memperkuat kemampuan berkomunikasi secara internasional. Para peserta dapat mempelajari perkembangan teknologi di Asia, khususnya terkait dengan mesin dan ilmu pengetahuan.

"Melalui pengalaman dan pengetahuan yang didapat, peserta bisa meningkatkan kontribusi dalam penyelesaian permasalahan yang ada negaranya," terangnya dalam rilis kepada Harianjogja.com akhir pekan lalu.

Agenda program tersebut, lanjutnya, kegiatan mobile di seputar Taipei dan komunitas di Taiwan, company visit ke Brighten Optix dan E&E Recycling, hingga kunjungan ke berbagai macam laboratorium. Antara lain, laboratorium kimia, teknik material dan metalurgi hingga 3D printing. "Winter Camp 2018 Taiwan Tech disponsori oleh pemerintah Taiwan yang bertujuan untuk memperkenalkan Taiwan kepada mahasiswa-mahasiswa se-Asia," imbuh dia.

Pada akhir program kegiatan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang ditugaskan untuk menyampaikan presentasi tentang inovasi teknologi yang dianggap patut dipertimbangkan serta diterapkan oleh pemerintah Taiwan. Dua delegasi UGM yakni Dzaky dan Riskha, beserta mahasiswa dari Taiwan Tech, University of the Philippines, Tokyo Institute of Technology, dan Institut Teknologi Sepuluh November memenangkan kategori best presentation. Kelompok ini mempresentasikan beberapa masalah yang dihadapi Taiwan, diantaranya kendala bahasa, tingginya angka keletihan buruh pabrik, akses terhadap makanan halal, dan tingginya polusi udara.

"Masalah itu dapat dipecahkan dengan beberapa solusi seperti penerapan Kuliah Kerja Nyata atau community service dan mahasiswa nantinya mengajarkan Bahasa Inggris dasar kepada pedagang-pedagang di area wisata," ujarnya.

Kelompok Dzaky juga berpendapat bahwa pabrik-pabrik di Taiwan dapat menerapkan penggunaan eksoskeleton atau kerangka eksternal yang berfungsi sebagai dukungan sehingga dapat mengurangi beban kerja manual para buruh pabrik yang selalu dalam posisi berdiri delapan jam sehari. Dzaky menammbahkan, kelompoknya juga mengusulkan agar pemerintah dapat membuat sebuah aplikasi direktori restoran halal di Taiwan agar wisatawan muslim dapat dengan mudah mencari makanan di Taiwan.

"Kami juga mengusulkan penggunaan cat yang dapat mengadsorbsi polusi gas di jalan-jalan raya dan area pabrik, seperti yang telah diterapkan di Filipina dan beberapa negara Eropa," tegasnya. (*)