Ini Keputusan yang Dilakukan Terhadap Siswa Pembuat Video Asusila

21 Februari 2018 15:40 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pengawasan terhadap anak harus ditingkatkan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pihak sekolah tempat siswa pembuat video asusila yang heboh di Gunungkidul memastikan para pelaku tetap bersekolah biasa. Sejumlah siswa tersebut kini menjadi target pembinaan.

Kepala Sekolah Mursinah mengakui menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh sebelas siswa pelaku pembuatan video asusila. Namun pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh siswa tetap diterima dan tetap diperbolehkan bersekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid mengaku sudah melakukan klarifikasi kepada sekolah dengan memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Hasilnya, beredarnya video asusila yang melibatkan siswa SMP merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi.

http://m.harianjogja.com/?p=895755">Baca juga : Beredar Video Sawer Murid SMP di Playen, Adegan Direkam di Ruang Kelas

Kendati demikian, lanjut dia, upaya penyelesaikan dilaksankaan dengan cara memberikan pembinaan terhadap seluruh siswa yang terlibat. “Orang tua mereka juga sudah dipanggil untuk bersama-sama memberikan pembinaan. Jadi penyelesaian ini bukan hanya tanggung jawab dari sekolah tapi orang tua juga ikut dilibatkan,” kata Bahron, Selasa (20/2/2018).

Menurut dia, kejadian video asusila yang sempat viral harus menjadi pelajaran bagi seluruh di Gunungkidul agar memperketat pengawasan. Bahron tidak menampik adanya larangan membawa gawai ke sekolah, namun tetap saja masih banyak para siswa yang mencuri kesempatan membawa perangkat elektronik tersebut ke dalam kelas.

“Solusinya untuk peristiwa yang sama tidak terulang harus ada sinergitas antar sekolah dari orang tua dengan meningkatkan pengawasan terhadap anak sehingga tidak terjerumus ke hal-hal yang negative,” imbuh mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah ini.