Pemerintah Waspadai Makelar Tanah Proyek Taman Budaya

23 Februari 2018 08:42 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Ada 30 warga pemilik lahan calon lokasi taman budaya.

Harianjogja.com, SLEMAN--Rencana pembangunan Taman Budaya di wilayah Sidoluhur Godean semakin nyata. Saat ini sosialisasi rencana pembangunan tersebut sudah disampaikan ke warga.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara mengatakan rencana pengadaan tanah untuk lokasi pembangunan taman budaya tersebut ditargetkan selesai tahun ini. Dengan begitu, pembangunan fisik dapat dimulai pada 2019 mendatang. "Sosialisasi bersama warga, pemilik tanah dan Pemdes sudah dilakukan," ujarnya kepada Harianjogja.com, Kamis (22/2/2018).

Dia menjelaskan, Dinas sudah berkomunikasi dengan para pemilik tanah. Pertemuan sudah dilakukan dua kali. Ada sekitar 30 warga yang memiliki lahan sekitar enam hektar di lokasi yang direncanakan akan didirikan Taman Budaya itu. "Terakhir tadi [kemarin] malam. Jadi jangan percaya kalau ada orang yang mengaku-ngaku dari Pemkab hendak membeli lahan di sekitar lokasi. Jelas itu makelar," tegasnya.

Terkait rencana pengadaan tanah di Bulak Ngabangan tersebut, Disbud sudah berkoordinasi juga dengan kecamatan, Koramil, Polsek Godean serta Pemdes Sidoluhur. Dijelaskan Aji, rencana pembangunan Taman Budaya tersebut sepenuhnya menggunakan Dana Keistimewaan (Danais). "Prosesnya berurutan, tahap demi tahap. Tidak secepat yang dibayangkan. Tapi tim yang bertugas untuk pengadaan juga sudah jelas," ujarnya.

Dia berharap agar warga serta pemilik lahan mendukung terwujudnya pembangunan taman budaya tersebut. Salah satu alasannya, taman budaya tersebut nanti dapat dimanfaatkan untuk kepentingan warga.

Terpisah, Kepala Desa Sidoluhur Hernawan Zudanto mengatakan jika belum ada kabar terkait makelar tanah yang datang menawarkan pembelian lahan warga untuk pembangunan taman budaya. Dia menjelaskan, Pemdes hanya memfasilitasi adanya pertemuan antara Disbud dengan para pemilik lahan. "Desa memediasi, mengumpulkan para pemilik lahan, tidak ada kepentingan lainnya," ujarnya.

Herna sendiri mendukung berdirinya taman budaya tersebut karena dapat meningkatkan potensi ekonomi masyarakat. Meski begitu, Pemdes menyerahkan sepenuhnya masalah penjualan lahan tersebut kepada pemilik lahan. "Karena ini kepentingan negara, tentu ada tim appraisal. Kalau tidak setuju dengan harga yang ditawarkan tim appraisal itu juga hak warga," ujarnya.

Sekadar diketahui, Disbud Sleman akan membangun taman budaya di wilayah Barat Sleman. Pembangunan taman budaya bertujuan untuk melengkapi konsep pembangunan kebudayaan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat. Di Timur Sleman, ada penanda Candi Prambanan, Gunung Merapi (Utara) dan Pesanggrahan Ambarketawang (Selatan) dan di Barat nantinya ada Taman Budaya. "Ini konsep Kiblat Papat Lima Pancer. Pancernya ada di tengah Pemkab Sleman," kata Aji beberapa waktu lalu.