Triwulan II 2018, Optimistis Perekonomian DIY Meningkat

24 Februari 2018 21:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan II 2018 diperkirakan akan tumbuh meningkat

Harianjogja.com, JOGJA-Pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan II 2018 diperkirakan akan tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Salah satu indikator yang mendorong pertumbuhan tersebut yakni meningkatnya konsumsi.

"Jika melihat pertumbuhan ekonomi DIY pada 2017 yang mencapai 5,26 persen mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, bahkan pertumbuhannya di atas nasional yang hanya 5,05 persen," ujar Deputy Kepala Perwakilan KPw BI DIY, Sri Fitriani dalam Konferensi Pers Diseminasi Perkembangan Perekonomian DIY Triwulan IV 2017, Jumat (23/2/2018).

Vivin mengatakan penopang perekonomian DIY bersumber dari terjaganya konsumsi rumah tangga yang sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat. Di mana hal itu ditopang oleh terkendalinya inflasi DIY pada 2017.

Pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang cukup baik, diprediksi memberikan andil positif terhadap pertumbuhan pada 2018. Vivin mengatakan dari sisi permintaan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan II 2018 didorong oleh peningkatan konsumsi.

"Baik itu peningkatan konsumsi rumah tangga maupun konsumsi pemerintah dan investasi," ungkap Vivin.

Pada triwulan II 2018, kunjungan wisatawan akan meningkat, terutama pada Ramadan dan Lebaran. Hal itu akan mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga yang tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi DIY.

Selain itu, konsumsi pemerintah juga diperkirakan akan mengalami peningkatan. Vivin menjelaskan hal itu didorong oleh mulai meningkatnya realisasi anggaran belanja operasional pemerintah daerah.

"Khususnya untuk penyaluran baksos dan dana desa pada Maret dan Juni. Selain itu, investasi juga diperkirakan akan mengalami peningkatan seiring telah dimulainya pembangunan fisik New Yogyakarta International Airport," jelas Vivin.

Sedangkan dari sisi inflasi, diperkirakan pada triwulan II 2018 akan mengalami peningkatan. Vivin memaparkan hal itu sejalan dengan datangnya Ramadan dan Idul Fitri yang akan mendorong tingginya permintaan dan konsumsi masyarakat terhadap komoditas bahan makanan serta makanan jadi.

Bersamaan dengan momentum mudik, tarif sejumlah moda transportasi juga diperkirakan akan mengalami kenaikan. Hal itu sejalan juga dengan tingginya kunjungan wisatawan di momen tersebut.

"Diperkirakan inflasi pada 2018 akan berada pada rentang kendali sasaran inflasi 3,5±1 persen secara year on year," papar Vivin.