Batik Pernikahan GKR Bendara Dipamerkan di Taman Pintar

26 Februari 2018 13:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Batik Pakualaman juga dipamerkan

Harianjogja.com, JOGJA-Batik Kraton dan Batik Pakualaman dipamerkan di Taman Pintar, Senin (26/2/2018). Salah satu batik yang dipamerkan yakni yang dikenakan GKR Bendara ketika menikah.

Pameran batik ini akan digelar hingga 4 Maret 2018. Dalam pembukaan, Putri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara menjelaskan koleksi batik Kraton dan makna di balik pembuatan batik dalam pameran Batik Kraton dan Batik Pakualaman di Taman Pintar, Senin (26/2/2018).

Ada 14 batik Kraton yang dipamerkan dalam pameran yang akan berlangsung sampai 4 Maret 2014 tersebut di antaranya Batik Parang Barong, Semen Wahyu Tumurun, Kothak Grising Jatayu, Ceplok Ratu Ratih, dan Batik Dodot.

Batik Dodot merupakan salah satu batik bermotif Kampuh yang dikenakan Bendara saat pernikahannya dengan KPH Yudanegara pada 2011 lalu. Batik Dodot memiliki panjang sekitar 10 meter dan berat empat kilogram itu dikerjakan selama sembilan bulan oleh sembilan orang.

Dalam kesempatan tersebut Jeng Reni-nama kecil GKR Bendara, menjelaskan soal tata krama penggunaan batik yang sesuai dengan ada Kraton. "Penggunaan batik tidaklah sembarangan," ujar dia.

Selain batik Kraton, ada 12 koleksi batik Puro Pakualaman hasil kreasi Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X yang dituangkan dari naskah-naskah kuno Puro Pakualaman, salah satunya adalah Batik Asthabrata Jangkep.

Batik ini memuat gambar sepasang naga berhadapan mengapit dupa, yang dimaknai sebagai pengharapan bahwa karakter yang diidealkan adalah bijak, adil, tegas, cermat, kuat, tidak mudah terhasut, memiliki keberanian, dan mengayomi.

Pengunjung tidak bisa membeli dari koleksi batik Kraton dan Pakualaman yang dipamerkan tersebut, kecuali hanya melihat dari dekat. Namun, pengunjung juga bisa praktik membuat batik di area pameran terkait tata cara pembatikan yang dilakukan para pembatik dari Kraton dan Puro Pakualaman.