Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Senin (5/3/2018) siang mengakibatkan kerusakan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Senin (5/3/2018) siang mengakibatkan kerusakan di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul masih terus melakukan pendataan terhadap potensi kerugian yang diderita.
Dampak hujan deras tersebut adalah banjir. Bahkan akibat sapuan air bah ini, sebuah perahu dan sepeda motor milik warga di Dusun Jelok, Desa Beji hanyut.
Salah seorang warga Jelok, Sukri mengatakan, peristiwa hanyutnya perahu dan motor milik warga tidak disangka-sangka oleh warga. Ini lantaran, warga salah memprediksi karena banjir bandar yang terjadi bukan karena luapan Sungai Oya, melainkan berasal dari aliran sungai kecil yang bermuara di Oya.
“Jelas kaget karena perahu itu ditambatkan di sungai kecil, tapi banjir bandang malah terjadi dan menghanyutkan kapal yang telah diamankan,” kata Sukri kepada wartawan, Senin.
Menurut dia, hal yang sama juga terjadi pada hanyutnya sebuah sepeda motor milik warga yang diparkir di dekat aliran sungai yang menuju Sungai Oya. “Motor hanyut karena ditinggal pemiliknya saat mencari rumput,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini warga belum bisa melakukan pencarian dan mengangkat bangkai perahu yang hanyut. Hal itu dikarenakan, terkendala banjir yang ikut terjadi di Sungai Oya karena hujan deras yang terus mengguyur. “Tunggu surut dulu baru dicari,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
AS mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi di tengah ancaman konflik Iran.
Angka pernikahan di Jogja turun. Pendidikan, karier, ekonomi hingga ketakutan gagal berumah tangga memengaruhi keputusan anak muda.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.