Bakal Ada Wisata Edukasi Kopi di Kulonprogo

05 Maret 2018 22:40 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

UPPP Kopi Samigaluh bakal jadi wisata edukasi kopi.

Harianjogja.com, KULONPROGO--Terkait mangkraknya Unit Pelaksana Proyek Perkebunan (UPPP) Kopi yang terletak di Madigondo, Sidoharjo,  Samigaluh, Dinas Pariwisata DIY dan Bank Indonesia DIY bakal bekerja sama untuk mengubah bangunan dan lahan yang telah mangkrak sejak era Orde Baru itu menjadi wisata edukasi.

Rencananya ke depan, lahan seluas 6.600 meter persegi itu bakal dibangun  Omah Kopi yang menjadi media pembelajaran tentang kopi bagi pengunjung.

Staf Seksi Sarana Prasarana Dinas Pariwisata DIY Muhammad Siddiq Afianto mengungkapkan, lembaganya berencana mendorong potensi kopi Samigaluh menjadi objek wisata. "Ada pembuatan Omah Kopi, lahan parkir dan toilet, tetapi masih dalam sinkronisasi awal karena ternyata banyak pihak berminat membantu petani kopi Samigaluh," jelasnya, Minggu (4/3/2018).

Siddiq menambahkan, Omah Kopi yang dibangun di lahan bekas UPPP Kopi itu direncanakan terdapat contoh pengolahan kopi dari hulu ke hilir. Ditambah lahan seluas 6.600 akan ditanami benih kopi dan tanaman kopi sebagai tempat edukasi.

"Namun semua itu masih perlu pembahasan terkait siapa yang bakal mendirikan Omah-nya, atau lainnya, karena BI dan lainnya juga bakal membantu," katanya.

Staf Konsultasi Fungsi dan Pengembangan  Usaha Mikro Kecil dan Menengah Bank Indonesia DIY Ahmad Helmi Saifulloh mengungkapkan dari awal lembaganya berencana membantu pengembangan potensi kopi di Samigaluh yang terletak di Desa Sidoharjo. Namun karena beberapa instansi juga ingin melakukan hal yang sama, maka Bank Indonesia bakal memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia pekebun kopi terlebih dahulu.

"Jadi kami tiga tahun kedepan akan mengawal pengembangan potensi kopi di Sidoharjo. Dan di 2018 ini kami lebih fokus kepada SDM mengingat Dinas Pariwisata [DIY] dan lainnya ingin membangun fisik," jelasnya.

Adapun di pertengahan Maret ini BI DIY bakal memberangkatkan sejumlah pekebun kopi Sidoharjo yang tergabung dalam Kelompok Tani Margo Mulyo ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Para peserta pelatihan akan dampingi peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). "Bersama peneliti dari LIPI, agar saat kembali akan mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan," jelasnya.

Di  2019 dan 2020, Ahmad menjelaskan bahwa dimungkinkan BI DIY bakal memberikan bantuan dengan peremajaan tanaman kopi di Sidoharjo. Selain itu pembangunan fisik dan alat juga dimungkinkan dibantu BI di tahun mendatang.

"Intinya Bank Indonesia DIY satu visi dengan pemerintah daerah di DIY. Jadi ke depannya bakal berbentuk wisata dengan edukasi atau bagaimana kami juga sedang melakukan penyesuaian sembari peningkatan mutu SDM petani kopi yang ada," katanya.