Gunungkidul Disiapkan Jadi Lokasi Pabrik Bioetanol DIY, Petani Peroleh Bantuan Benih
Gunungkidul mendapat tambahan bantuan benih jagung seluas 1.000 hektare untuk mendukung program ketahanan energi dan pengembangan bioetanol.
Sudah ada kerja sama di bidang yang lain seperti pendidikan, kesehatan hingga pariwisata
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, kerja sama kelautan antara pemkab di kawasan Gunungsewu bukan hal yang baru karena sudah terjalin sejak lama.
Sebelum penandatangan MoU di bidang kelautan dan perikanan, sudah ada kerja sama di bidang yang lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata. “Kita memiliki satu visi dan berada di satu kawasan, jadi kerja sama tersebut butuh ditingkatkan, terutama untuk upaya menyejahterakan masyarakat,” kata Badingah, Kamis (8/3/2018).
http://m.harianjogja.com/?p=901201">Tekan Konflik Antarnelayan, Tiga Pemkab Jalin Kerja Sama
Asisten Administrasi Umum Sakundoko berharap adanya kerja sama ini bisa meningkatkan kesejahteraan di ketiga wilayah. Menurut dia, kerja sama ini sudah terjali sejak lama dan dapat terlihat dalam sekretariat Pawonsari tentang pengelolaan kawasan geopark di ketiga wilayah.
“Kerja sama perlu ditingkatkan di semua sektor. Untuk saat ini dibahas masalah kelautan dan perikanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan bantuan benih jagung seluas 1.000 hektare untuk mendukung program ketahanan energi dan pengembangan bioetanol.
PLN memastikan blackout Batam-Bintan telah ditangani. Penyebab gangguan masih diselidiki, sementara kompensasi pelanggan mengacu pada aturan.
Stok beras Bulog mencapai 4,5 juta ton setelah Indonesia swasembada dan mulai ekspor. Pemerintah menyiapkan 100 gudang tambahan.
UI GreenMetric menyiapkan pemeringkatan keberlanjutan seluruh kabupaten dan kota serta perusahaan di Indonesia, dengan hasil diumumkan Desember 2026.
Pemda DIY menegaskan Malioboro Mulyá harus memuliakan warga, budaya, dan lingkungan, bukan sekadar mempercantik kawasan.
Karhutla Sumsel membakar 200–300 hektare lahan per hari. Keterbatasan air dan kapasitas pemadaman menjadi kendala petugas di lapangan.