IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Sekitar 70% petani ikan di Sleman ada di rentang usia muda
Harianjogja.com, SLEMAN— Sekitar 70% petani ikan di Sleman ada di rentang usia muda, sementara 30% lainnya usia lanjut. Berbanding terbalik dengan petani pangan, yang 70% usia lanjut, 30% usia muda.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Sri Purwaningsih mengatakan bidang perikanan yang prospektif membuat banyak kalangan tertarik untuk terjun dalam budidaya ikan.
“Karena Sleman itu perikanannya menjanjikan, jadi banyak kalangan baru yang masuk dan tertarik untuk budidaya ikan,” kata Sri.
Sri mengatakan pola pengembangan lahan menggunakan mina padi juga menarik minat generasi muda untuk budidaya ikan. Penggunaan teknologi dalam mina padi membuat generasi muda bisa mengelola dan mengandalkan kemampuannya di bidang pertanian.
Sri menganggap, Sleman yang lahannya sering diserang hama membuat mina padi menjadi salah satu solusi, nilai lebihnya mendapatkan keuntungan dari produksi ikan.
Menurutnya, pengelolaan mina padi tidak asal-asalan. “Ada standarnya, kalau kolam itu harus berapa kedalamannya, berapa lebarnya, jadi tidak sekedar sawah yang ada ikannya,” katanya.
Keuntungan lainnya, Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyerang lahan akan hilang dengan adanya mina padi. “Akan ada simbiosis mutualisme antara padi dan ikan, padi akan mendapat pupuk dari kotoran ikan, hama pun akan hilang,” ujarnya.
Sri mengatakan regenerasi untuk perikanan terbilang aman. Banyak usia muda yang tertarik untuk budidaya ikan, kelompok tani dan produksi pun meningkat.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan jumlah produksi ikan konsumsi meningkat, di 2016 hanya mencapai 42.875 ton meningkat menjadi 49.730 ton di 2017. Untuk kelompok tani, tercatat mengalami peningkatan, dari 610 menjadi 620.
“Dengan sendirinya generasi muda akan mau untuk budidaya ikan, tidak usah kita ditekan-tekan untuk regenerasi, karena mereka merasa bahwa mereka membutuhkan,” kata Sri.
Pengurus Kelompok Tani Mina Reja, Dusun Sawung, Desa Sumberejo, Tempel, Triyono mengatakan bahwa hasil yang ia dapatkan dari budidaya ikan cukup menjanjikan walaupun baru tahap pembangunan.
“Pertama dari hobi merambah untuk usaha, karena hasilnya lumayan untuk kehidupan masing-masing petani, maka saya kembangkan,” ujar Triyono.
Triyono, sekarang sedang mengembangkan lebih lanjut usaha perikanan beserta kelompoknya yang beranggotakan 40 orang. “Dulu masih pribadi, hanya punya kolam saja, tapi ada peningkatan produksi, meskipun belum merata dan masih tahap pembangunan,” kata Triyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.