Sekolah di Bantul Bakal Kirim Surat ke PLN

16 Maret 2018 19:20 WIB Bantul Share :

Pelaksanaan UNBK pada April 2018 dikhawatirkan masih terganggu cuaca yang buruk

Harianjogja.com, BANTUL-Sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Bantul yang akan menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bakal berkirim surat kepada PLN untuk memastikan pasokan listrik yang dibutuhkan tersedia. Pelaksanaan UNBK pada April 2018 dikhawatirkan masih terganggu cuaca yang buruk.

Kepala SMA Negeri 1 Banguntapan Joko Kustanto mengatakan, jajarannya sudah mulai mempersiapkan pelaksanaan UNBK sejak beberapa waktu belakangan, termasuk dengan mengikuti simulasi UNBK secara serentak se-Kabupaten Bantul. Dalam simulasi yang digelar hingga lima kali itu, pelaksanaan di SMA Negeri 1 Banguntapan relatif lancar tanpa gangguan teknis. Namun, ada sejumlah sekolah yang mati listrik saat pelaksanaan simulasi.

Belajar dari pengalaman itu, ia akan mengambil langkah preventif dengan mengajukan permintaan khusus ke PLN. “Kami bakal berkirim surat ke PLN supaya listrik tidak dimatikan saat ujian berlangsung. Meski demikian, kami tetap khawatirnya dengan cuaca buruk yang sering terjadi,” katanya saat dihubungi Harianjogja.com melalui sambungan telepon, Kamis (15/3/2018).

Joko mengatakan, sekolahnya tidak memiliki genset. Saat UNBK digelar, SMA Negeri 1 Banguntapan akan menyediakan genset sebagai antisipasi jika listrik mati.

Menurut Joko, hingga saat ini jajarannya masih terkendala dalam pengadaan genset. Dia menilai kebutuhan pengadaan genset tidak terlalu mendesak. Harga beli genset yang berkisar Rp100 juta dianggap tidak sesuai dengan penggunaannya, sehingga pihak sekolah memilih untuk menyewa dengan tarif sekitar Rp750.000 per hari. Untuk jumlah komputer, ia mengatakan unit yang dimiliki SMA Negeri 1 Banguntapan sudah memadai sesuai dengan jumlah siswa.

SMA Negeri 1 Banguntapan memiliki 80 unit komputer yang relatif masih baru untuk 220 siswanya. Ujian akan digelar dalam tiga sesi, sehingga setiap ruang kelas akan memiliki tiga unit komputer cadangan. Sekolah juga menyiapkan jaringan internet khusus yang digunakan untuk UNBK.

Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Bantul, Yanti Widjiatuti, mengatakan sekolahnya sudah memiliki unit komputer yang memadai. Salah satu sekolah unggulan di Bantul ini menggelar tiga sesi ujian dengan 335 siswa peserta. Ia menyebutkan tidak ada kekhawatiran tertentu karena selama ini UNBK yang digelar berjalan lancar.

Yanti juga menegaskan pihaknya juga bakal berkirim surat ke PLN sebagai langkah antisipasi agar listrik tidak dimatikan saat UNBK berlangsung. “Semoga tidak terganggu cuaca yang buruk,” katanya.

UNBK untuk tingkat SMA bakal digelar secara serentak pada 9-12 April 2018.