Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Pantai Parangtritis, Bantul. (Harian Jogja/Bhekti Suryani)
Harianjogja.com, BANTUL--Selama libur Paskah yang jatuh pada Jumat (30/4) lalu, total ada 14.200 wisatawan telah berkunjung ke objek wisata Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul.
Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwanto mengungkapkan angka tersebut masih akan terus bertambah.
"Untuk hari ini [Sabtu, 31/3/2018] hingga sore sudah ada 6.800 yang terdata, kebanyakan juga kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, kalau bus paling cuma beberapa," ujarnya saat ditemui Harianjogja.com, Sabtu (31/3/2018).
Sementara lanjut Rohmad pada hari libur akhir pekan biasa objek wisata pantai yang namanya telah mahsyur tersebut jumlah kunjungnya berkisar antara 10.000 hingga 11.000 orang. "Kalau akhir pekan biasa tidak seramai ini," katanya.
Rohmad mengatakan tiap tahunnya untuk libur Paskah, jumlah pengunjung yang datang selalu stabil. Kisarannya ada di angka 14.000 wisatawan dalam sehari. "Apalagi kalau dilanjut akhir pekan, jumlahnya bisa lebih banyak," ungkapnya.
Perihal persediaan tiket pihaknya telah menyiapkan stok yang melimpah. Namun, Rohmad enggan membeberkan jumlah pastinya. "Kami selalu stok terus, begitu menipis kami langsung lapor ke kantor," katanya.
Terkait dengan jumlah kunjungan yang stabil meski kini telah banyak objek wisata sejenis, Rohmad mengaku ada penyebabnya. Menurutnya Pantai Parangtritis kini mulai digarap dengan lebih baik. Hal tersebut lanjut Rohmad terlihat dengan bertambahnya pengelolaan pantai baru yang masih di kawasan Pantai Parangtritis.
"Menurut saya pribadi karena mulai bertambahnya pengelola pantai, seperti Cemara Sewu, Pantai Barcan, tapi masih satu kawasan. Jadi ada variasi bagi wisatawan," ujarnya.
Salah satu wisatawan asal Solo, Elisa, 20 mengungkapkan dirinya sering memanfaatkan libur Paskah untuk berwisata ke Parangtritis.
Menurutnya meski di DIY sudah banyak pantai yang menyajikan pesona berbeda, tapi Parangtritis tetap menjadi destinasi wajibnya. "Di sini [Parangtritis] unik sih, karena ada andongnya, jadi bisa nikmatin pantai dengan cara lain," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.