Abidin Fikri Sebut Pemuda Terdampak Problem Bangsa, Bukan Biang Masalah
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Puan Maharani. (JIBI/Nicolous Irawan)
Harianjogja.com, JOGJA-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan Wakapolri Komjen Syafruddin akan mengunjungi DIY hari ini, Selasa (3/4/2018). Selain berkunjung ke RS PKU Muhamadiyah Gamping dan Madrasah Muallimat Muhamadiyah, rombongan juga akan mengunjungi Pesantren Tahfidz Yatim de Muttaqien, Denokan, Maguwohajo, Depok Sleman.
Kunjungan kerja akan diakhiri di Stadion Mandala Krida Jogja untuk mengecek latihan para atlet panjat tebing Asian Games 2018. Beberapa pejabat di Kementerian PMK juga akan mendampingi rombongan selama di DIY seperti Wakil Ketua MPR Rokhmin Dahuri, Kapolda DIY, dan Gubernur DIY.
Humas dan Pemasaran RS PKU Muhammadiyah Gamping Hepy Setyo Dewanto mengatakan, selama di RS PKU Muhamadiyah Gamping Menko PMK akan mengunjungi sejumlah fasilitas yang ada di rumah sakit tersebut. Mulai unit hemodialisa, rawat inap hingga layanan jantung.
"Menteri juga akan meluncurkan pusat layanan jantung terpadu untuk peserta BPJS Kesehatan," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (3/4/2018).
Di RS Muhamadiyah Gamping Menko PMK selain berinteraksi dengan pasien juga akan memberikan bingkisan khusus bagi pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
DPRD Sleman menyoroti pentingnya evaluasi berkala, pemutakhiran data keluarga berisiko, dan koordinasi lintas sektor untuk menekan stunting.
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.