Prancis vs Paraguay: Ujian Tim Tersubur vs Pertahanan Terkuat
Prediksi Prancis vs Paraguay di 16 besar Piala Dunia 2026. Simak head to head, susunan pemain, dan prediksi skor.
Ilustrasi aksi Hari Buruh (May Day)./JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Para buruh menuntut enam hal pada peringatan hari buruh atau May Day 1 Mei mendatang. Tuntutan yang disuarakan mulai dari peraturan pengupahan hingga hak berserikat yang selama ini belum dipenuhi.
Ketua Konfederansi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Jogja Tri Agus Haryadi mengatakan, ada enam tuntutan yang disuarakan pada peringatan May Day, Selasa (1/5/2018) nanti. Selain mencabut Peraturan Pemerintah No.78 tahun 2015 tentang pengupahan, buruh juga meminta implementasi jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan dan jaminan pensiun.
“Jaminan pensiun bagi pekerja itu adalah kebijakan baru. Sebagian besar perusahaan belum mengikutkan pekerja pada program jaminan pensiun di BPJS Ketenegakerjaan ini,” katanya, Jumat (27/4/2018).
Tuntutan lainnya yang akan disuarakan adalah penghapusan sistem pekerja alih daya atau out sourcing. Selama ini masih banyak perusahaan menerapkan sistem yang merugikan kaum buruh ini. Hal keempat, buruh juga meminta agar hak pekerja berserikat juga diberikan oleh pemberi upah.
"Kami juga menolak revisi Undang Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," katanya.
Rencananya enam tuntutan pekerjaan itu juga akan disuarakan dalam peringatan May Day di bali kota. Meski demikian, diakuinya ada sebagian buruh yang akan menyuarakan aspirasi dengan menggelar aksi. Terutama pengurus SPSI di tingkat pusat di Jakarta.
“Kami juga akan suarakan aspirasi pekerja itu secara kondusif pada peringatan di balai kota. Kami memperingati hari buruh secara kondusif karena Kota Jogja adalah kota wisata, agar wisatawan tidak terganggu dan tetap nyaman,” terangnya.
Anggota SPSI Kota Jogja sektor perhotelan Muhammad Affandi mengatakan, keenam tuntutan yang disuarakan para buruh diharapkan dapat diterima, baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha. Dengan begitu diharapkan keadaan buruh yang bisa lebih baik di tengah perkembangan di Kota Jogja.
"Kami tidak demo-demo tapi memperingati dengan kegiatan senam bersama di balai kota,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Prancis vs Paraguay di 16 besar Piala Dunia 2026. Simak head to head, susunan pemain, dan prediksi skor.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.