Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Beberapa jip Merapi dilakukan uji kelaikan di Balai Desa Umbulharjo oleh Dinas Perhubungan Sleman dan Polres Sleman pada Rabu (20/6/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman akan memberikan pelatihan khusus bagi pengemudi jip wisata Merapi. Sebelumnya, tim yang terdiri dari Dispar, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres Sleman juga berencana mengadakan uji kelaikan terhadap semua jip yang beroperasi di Lereng Merapi secara bergelombang.
Kepala Dispar Sleman, Sudarningsih, mengatakan jajarannya bertanggung jawab memberikan pelatihan terhadap sumber daya manusia (SDM) pengelola jip wisata Merapi.
“Selain akan ada uji kelaikan, kami [Dispar Sleman] juga bertanggung jawab meningkatkan kualitas pengelola dan pengemudi jip wisata Merapi,” katanya saat ditemui Selasa (3/7/2018). Terkait dengan uji kelaikan, Dispar menargetkan pelaksanaan dilakukan pada Juli ini.
Sudarningsih mengatakan sebelum terjadinya kecelakaan yang merenggut korban jiwa pada Selasa (19/6), Dispar selalu mengadakan pelatihan terhadap SDM pengelola jip Merapi. “Pelatihan yang dilakukan biasanya seputar kecakapan menerima wisatawan, serta sikap pengemudi dalam menghadapi wisatawan,” katanya.
Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat, Bambang Sugeng, mengatakan pada pelatihan yang bakal dilakukan direncanakan melibatkan Indonesia Offroad Federation (IOF). Namun Bambang Sugeng mengatakan di Lereng Merapi tidak semua komunitas dibina oleh IOF. Apabila komunitas masuk dan dibina oleh IOF, jip tersebut secara berkala akan diperiksa dan terus diawasi.
"Kecelakaan yang menewaskan satu orang wisatawan pada Juni 2018 lalu kami jadikan sebagai bahan evaluasi agar masing-masing komunitas punya kewajiban dalam melakukan pengecekan kendaraan secara berkala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.