Advertisement
Derby PSIM VS PSS, Satu Korban Kritis Dirujuk ke Sardjito
Warga RT 04 Dusun Balongan, Timbulharjo, Sewon memadati kediaman almarhum Muhammad Iqbal Putra yang menjadi korban bentrok supporter pertandingan PSS vs PSIM di Stadion Sultan Agung Bantul (SSA). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL--Korban kekerasan suporter saat pertandingan derby antara PSIM melawan PSS, Edi Nugroho asal Sleman, kritis.
Awalnya dia dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul, namun dikarenakan kritis dirujuk ke RSUP Sardjito. Ada informasi korban meninggal dunia. Namun demikian belum bisa terkonfirmasi.
Direktur Umum dan Keuangan RSUD Panembahan Senopati Agus Budi Raharja saat dikonfirmasi pada Jumat (27/7/2018) siang, mengaku tidak tahu terkait bertambahnya korban jiwa akibat kekerasan suporter.
Dia tidak menampik,korban atas nama Edi sempat dirawat di RSUD. "Kalau meninggal tidak tahu karena korban telah dirujuk ke RSUP Sardjito," katanya kepada wartawan Jumat.
Menurut dia, setelah masuk ke RSUD kemarin sore, korban langsung mendapatkan perawatan medis. Namun dikarenakan luka yang serius, korban dirujuk ke Sardjito.
"Yang jelas saat dirujuk kondisinya kritis. Tapi setelah itu, kami tidak tahu kondisinya seperti apa," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Sardjito Trisno Heru Nugroho saat dikonfirmasi terkait dengan kondisi Edi belum bisa berbicara banyak. "Telpon ke 520410," ucapnya singkat.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa M 7,6 Guncang Bitung Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- CPNS Bantul 2026 Dibuka 100 Formasi, Ini Prioritasnya
Advertisement
Advertisement








