Dapat Tumpeng Pertama dari Sri Sultan HB X, Sinyal Mahfud MD sebagai Cawapres?

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD berbincang dengan sejumlah tokoh Partai Kebangkitan Bangsa dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara Silaturahim dan Halaqah Alim Ulama Se-DIY di Sleman, Sleman, DIY, Selasa (7/1 - 2014).
08 Agustus 2018 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Parampara Praja (Dewan Penasehat) Gubernur DIY Mahfud MD mendapat nasi tumpeng irisan pertama dari Sri Sultan HB X saat Dahar Kembul Tumpengan Pancasila di Jalan Malioboro, Selasa (7/8/2018). Pertanda jadi Cawapres Jokowi?

Nama Mahfud MD memang masuk dalam bursa Cawapres yang diajukan ke Presiden Jokowi. Pada acara Tumpengan Pancasila di Malioboro, Mahfud mendapat nasi tumpeng spesial dari Gubernur DIY.

Ditanya soal pemberian tumpeng itu apakah sebagai restu dari Sri Sultan HB X menjadi Cawapres Jokowi, Mahfud meminta masyarakat menunggu pengumuman dari Presiden Jokowi. Apakah pertanda dukungan Sri Sultan HB X itu sinyal?

"Itu ya sinyal untuk makan," kata Mahfud menjawab pertanyaan wartawan.

Menurutnya, pemberian tumpeng oleh Sultan perlu disyukuri. Dia mewakili rakyat Jogja menerima tumpeng pemberian tersebut dari Sultan yang juga Raja Jawa. Baik secara budaya maupun pemerintah secara ketatanegaraan.

"Kalau dikristalkan dalam Pancasila ada prinsip kebersamaan atau gotong royong. Dalam tataran ideologis adalah persatuan. Persatuan terjemahannya gotong royong kedekatan antara pemerintah dengan rakyat," jelas Mahfud.

Nilai-nilai Pancasila, kata Mahfud mengajarkan kesatuan dan kesetaraan antara orang besar dengan orang kecil. "Antara pemerintah dengan rakyat bersatu dalam keseteraan. Itulah nilai Pancasila yang hidup sejak zaman nenek moyang. Sekarang kita terus kembangkan," ujarnya.

Jogja menurut Mahfud adalah tempatnya untuk menjaga nilai budaya bangsa, karena cagar budaya yang paling nyata di Indonesia adalah Jogja. "Kita mulai dari Jogja untuk mengembalikan jati diri sebagai bangsa. Bergotong royong dan bersatu," serunya.