OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo
Harianjogja.com, JOGJA-Seorang warga (Mrs X) yang belum diketahui identitasnya tertabrak kereta api (KA) Sancaka di sekitar palang pintu KA Brimob Baciro, sekitar 100 meter ke arah timur, Minggu (2/9/2018) pukul 06.15 WIB. Warga sekitar mengaku tidak mengenali korban.
Kapolsek Gondokusuman Kompol Boni Fasius Slamet mengatakan, adapun saksi kejadian tersebut yakni Sagiman, 70, warga Baciro, Gondokusuman, Jogja. Ia mengatakan, ketika kejadian berlangsung saksi Sagiman tengah duduk di depan rumah. Sagiman kemudian melihat seorang perempuan (korban) dari arah barat dengan sepeda onthel. Korban berhenti di dekat pagar rel KA. Setelah memarkirkan sepedanya, korban kemudian menerobos pagar rel.
"Sesaat kemudian KA Sancaka melintas dari arah Stasiun Lempuyangan tujuan Surabaya. Maka, terjadilah kecelakaan," ujar dia.
Ia mengatakan, korban meninggal dunia dan sudah tidak bisa dikenali. Adapun barang-barang diduga milik korban adalah sepeda onthel, sandal, tas kain warna hitam berisi jilbab dan uang tunai sekitar Rp22.000.
"Sudah dilakukan olah TKP dan identifikasi awal oleh tim identifikasi Polresta Jogja dan menunggu hasilnya. Korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk identifikasi lanjut," terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.